Ekonomi Hijau 25 May 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Hutama Prayoga

BRI Resmi Mulai Program Desa BRILiaN 2026

BRI gandeng Unsoed dalam peluncurkan Program Desa BRILiaN 2026 untuk memperkuat digitalisasi, inovasi, dan ekonomi berkelanjutan di desa Indonesia.

BRI resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 untuk mendorong transformasi digital desa dan memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

BRI resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 untuk dorong transformasi desa 5.0. Foto: dok. BRI
BRI resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 untuk dorong transformasi desa 5.0. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026.

Desa BRILian 2026 merupakan program yang digagas BRU untuk mempercepat transformasi desa berbasis teknologi dan penguatan ekonomi masyarakat.

Program tersebut dibuka melalui kegiatan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Batch 1 yang digelar secara daring pada Kamis, 7 Mei 2026.

Program Desa BRILiaN menjadi salah satu strategi BRI untuk mendorong desa agar lebih adaptif terhadap transformasi digital, serta mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Tahun ini, BRI menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan mengusung tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan”.

Kick-off program tersebut turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani, serta Ketua LPPM Unsoed Elly Tugianti.

Mendes PDT, Yandri Susanto menyatakan bahwa pembangunan desa harus diarahkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang mampu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri dan berdaya saing.

Sementara itu Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan, Program Desa BRILiaN 2026 dirancang sebagai inisiatif pemberdayaan desa berbasis social entrepreneurship dan inkubasi yang berlangsung dalam dua batch sepanjang Mei hingga November 2026.

“Melalui Program Desa BRILiaN, BRI ingin mendorong desa agar semakin inovatif dan berdaya saing. Kami percaya transformasi desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan," ujarnya lewat keterangan resmi, Senin 25 Mei 2026.

Akhmad menambahkan, penguatan kapasitas dan pendampingan yang terstruktur diharap menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dalam upaya tersebut, BRI mencatat hingga akhir Maret 2026, Program Desa BRILiaN telah diikuti 5.245 desa di seluruh Indonesia.

Adapun dektor unggulan yang dikembangkan mencakup pariwisata, jasa, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor pertanian dan peternakan.

Diketahui, Program Desa BRILiaN 2026 mencakup tiga tahapan utama, yakni empowerment melalui pelatihan daring selama dua bulan, assistance berupa pendampingan intensif bagi desa terbaik, serta graduation dalam bentuk apresiasi dan penghargaan bagi desa unggulan.

Materi pelatihan yang diberikan mencakup legalitas kerja sama, pengelolaan dana desa, penguatan tata kelola keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa, hingga pengembangan sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, sampai industri pengolahan.

Dengan program tersebut, desa peserta diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi konkret, mulai dari strategi pengelolaan dana desa, laporan keuangan digital, pengembangan desa wisata, hingga produk berbasis potensi lokal. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait