Ekonomi Hijau 29 May 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Hutama Prayoga

BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Sektor Pertanian Mendominasi

BRI telah menyalurkan KUR kepada 1,3 juta debitur, dengan sektor pertanian mendominasi pembiayaan hingga Rp27,95 triliun.

BRI salurkan KUR Rp65,95 triliun hingga April 2026, sektor pertanian jadi penerima terbesar untuk dukung ketahanan pangan nasional.

BRI salurkan KUR Rp65,95 triliun kepada 1,3 juta debitur di Indonesia. Foto: dok. BRI
BRI salurkan KUR Rp65,95 triliun kepada 1,3 juta debitur di Indonesia. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menggenjot pembiayaan sektor produktif melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga April 2026, BRI mencatatkan penyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.

Dari total penyaluran KUR BRI, secara mayoritas disalurkan ke sektor produksi seperti pertanian, perikanan, dan industri pengolahan dengan porsi mencapai 66,47 persen.

Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp27,95 triliun atau setara 42,38 persen dari total KUR BRI.

Bagi BRI, capaian ini dinilai mempertegas peran perseroan berkode saham BBRI tersebut dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan, BRI terus memperkuat kontribusinya terhadap program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam mendorong swasembada pangan nasional.

Sepanjang empat bulan pertama 2026, penyaluran KUR BRI dilaporkan telah menjangkau sekitar 558 ribu petani dan 23 ribu nelayan di berbagai wilayah Indonesia.

“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI dalam mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI pun senantiasa menyalurkan KUR dengan memperluas akses permodalan, yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat 29 Mei 2026.

Menurut Akhmad, BRI tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran KUR dengan menjaga transparansi dan akuntabilitas. Langkah tersebut dinilai penting karena sumber pembiayaan KUR berasal dari dana masyarakat yang dihimpun perbankan.

Selain itu, penyaluran KUR juga diarahkan untuk mendorong pelaku usaha naik kelas melalui peningkatan kapasitas dan skala bisnis.

Sampai April 2026, sebanyak 307 ribu debitur tercatat berhasil naik kelas atau setara 31,96 persen dari target 962 ribu debitur tahun ini.

Sementara itu, penetrasi KUR BRI terhadap rumah tangga juga menunjukkan tren peningkatan. Hingga April 2026, sekitar 19 dari 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 18 rumah tangga pada 2025 dan 17 rumah tangga pada 2024. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait