Ekonomi Hijau 12 Jun 2026 Penulis: Gusti Ridani Editor: Uslimin Usle

Investasi Rp70 Triliun, JK Bangun Pembangkit Listrik Baru 2.000 MW

Keterbatasan pasokan listrik dinilai menjadi ganjalan utama dalam mendongkrak laju perekonomian nasional.

Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana investasi raksasa senilai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun milik Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK)

Investasi Rp70 Triliun, JK Bangun Pembangkit Listrik Baru 2.000 MW
Investasi Rp70 Triliun, JK Bangun Pembangkit Listrik Baru 2.000 MW

KABARBURSA.COM - Presiden Prabowo Subianto menyetujui rencana investasi raksasa senilai Rp60 triliun hingga Rp70 triliun milik Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk membangun infrastruktur energi ramah lingkungan (green energy).

Langkah strategis ini diambil guna mengamankan pasokan listrik nasional demi mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Dalam pertemuan di Istana Negara, kedua tokoh mematangkan cetak biru pembangunan pembangkit listrik baru berkapasitas total 2.000 Megawatt (MW).

Investasi jumbo ini merupakan kelanjutan ekspansi bisnis kelompok usaha JK yang sebelumnya telah berhasil mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 1.500 MW.

Keterbatasan pasokan listrik dinilai menjadi ganjalan utama dalam mendongkrak laju perekonomian nasional.

JK menegaskan, lonjakan pertumbuhan ekonomi dari rata-rata 5–6 persen menuju 8 persen mustahil terealisasi tanpa adanya lompatan kapasitas energi yang masif.

"Kita siap untuk kita sudah membangun 1500 Megawatt PLTA (pembangkit listrik tenaga air) ini kita siap membangun lagi 2000 Mega termasuk juga PLTG (pembangkit listrik tenaga gas) jadi karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6% atau 8% itu butuh energi luar biasa banyaknya karena itu tanpa energi itu akan sulit untuk meningkatkan itu," ujar JK di dalam konferensi pers di Istana Negara, dikutip Jumat, 12 Juni 2026.

Merespons paparan tersebut, Presiden Prabowo memberikan lampu hijau agar proyek pembangkit bersih ini segera dieksekusi.

Sektor energi baru terbarukan (EBT) dan gas diposisikan sebagai pilar utama penyokong industrialisasi nasional ke depan.

"Karena itu bapak presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya Green energi untuk menjadi bahagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang di sampaikan oleh Presiden sampai 8 persen," lanjut JK.

Secara komersial, proyek investasi ini dipastikan telah melewati kalkulasi matang. JK mengungkapkan bahwa kesiapan lahan, penentuan lokasi, hingga rancangan desain teknis pembangkit listrik telah rampung sepenuhnya. Pihaknya kini tinggal mematangkan regulasi teknis dengan pemerintah.

"Jadi kita bicara tentang investasi kira-kira 60 70 triliun dan kita sanggup melaksanakan itu, desain sudah ada tempat sudah ada tinggal pembicaraan negara tehnisnya, dan beliau setuju untuk segera kita realisasi memang bisnisnya karena investasi," tegas pengusaha asal Makassar tersebut.

Selain membahas kesepakatan investasi energi domestik, pertemuan tersebut juga diwarnai dengan pertukaran pandangan mengenai situasi geopolitik global. Keduanya secara khusus menyoroti dinamika perdamaian di kawasan Asia dan Timur Tengah.

"Di samping juga membicarakan perdamaian apa yang terjadi di negara-negara tadi ya, apa itu Thailand dan Afghanistan. Itu yang kita bicarakan tadi juga seperti itu," pungkas JK.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
GU
Jurnalis Madya

Gusti Ridani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait