Ekonomi Hijau 27 Jan 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Hutama Prayoga

LinkUMKM BRI Perluas Akses Pelatihan dan Pasar UMKM

Sejak diluncurkan 2021, LinkUMKM BRI telah dimanfaatkan hampir 15 juta UMKM untuk pelatihan digital, pendampingan usaha, dan perluasan pasar.

BRI dorong UMKM naik kelas lewat platform digital LinkUMKM yang telah menjangkau hampir 15 juta pelaku usaha hingga akhir 2025.

BRI perkuat digitalisasi UMKM lewat LinkUMKM. Berikut daftar layanan untuk pengembangan bisnis UMKM. Foto: dok. BRI
BRI perkuat digitalisasi UMKM lewat LinkUMKM. Berikut daftar layanan untuk pengembangan bisnis UMKM. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mempercepat transformasi dan pemberdayaan UMKM melalui platform digital LinkUMKM.

Sejak diluncurkan pada 2021, platform ini menjadi penghubung pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di berbagai daerah untuk mengakses pelatihan usaha berbasis digital.

Pelatihan berbasis digital yang diberikan BRI, akan disesuaikan dengan kebutuhan nyata para pelaku usaha di lapangan.

Hingga akhir 2025, sudah lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM yang telah memanfaatkan LinkUMKM sebagai sarana pendampingan usaha daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.

Diketahui, LinkUMKM saat ini menghadirkan enam fitur terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, serta Register NIB untuk mendukung aspek administrasi dan legalitas usaha.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, LinkUMKM dirancang untuk membantu para pelaku usaha  mengakses informasi pasar,  sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis secara berkelanjutan.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas," ujarnya lewat keterangan resmi, Selasa 27 Januari 2026.

Perseroan berkode saham BBRI ini berharap, platform tersebut dapat dimaksimalkan serta membantu pelaku UMKM dalam mengelola usahanya secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan.

Lebih rinci lagi, fitur UMKM Smart membantu pelaku usaha untuk dapat melakukan Self-Assessment Naik Kelas berbasis sistem scoring digital untuk mengukur kapasitas bisnis.

Fitur UMKM Smart terhubung dengan Coaching Clinic yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional.

Berdasarkan hasil asesmen, pelaku usaha juga akan memperoleh rekomendasi pelatihan sesuai kelas bisnis, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, hingga modern.

Saat ini, tersedia lebih dari 690 modul pembelajaran yang mencakup penguatan soft skill dan hard skill.

Selain peningkatan kapasitas, LinkUMKM dari BRI juga menghadirkan UMKM Media yang menyajikan informasi inspiratif, berita terkini, serta infografis edukatif yang relevan bagi pelaku usaha mikro.

Untuk mendorong perluasan pasar, BRI turut menyediakan Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM agar menjangkau segmen konsumen yang lebih luas.

Ekosistem LinkUMKM diperkuat dengan jaringan Rumah BUMN sebagai pusat pendampingan usaha di berbagai daerah. Sementara itu, fitur Komunitas menjadi ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar pelaku UMKM.

 

Komitmen bantu UMKM naik kelas, BRI andalkan platform digital LinkUMKM dengan sederet fitur pengembangan bisnis. Foto: dok. BRI

 

Melalui pengembangan LinkUMKM, BRI menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem UMKM berbasis digital yang inklusif, terstruktur, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Informasi lebih lanjut mengenai pemberdayaan UMKM berbasis digital melalui LinkUMKM dapat diakses di linkumkm.id atau download versi mobile apps di Playstore. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait