PREMIUM Ekonomi Hijau 24 Apr 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

PGEO Panaskan Transisi Energi di Tengah Kebijakan Abu-abu

Di balik komitmen politik Prabowo soal energi bersih, PGEO bergerak nyata dengan ekspansi kapasitas panas bumi dan kerja sama internasional demi transisi energi nasional.

PGEO ekspansi kapasitas ke 1,7 GW, pemerintah target net zero sebelum 2050, tapi kebijakan energi masih inkonsisten. Transisi energi butuh reformasi nyata.

Ilustrasi: PGEO Panaskan Transisi Energi di Tengah Kebijakan Abu-abu. (Foto: AI untuk KabarBursa)
Ilustrasi: PGEO Panaskan Transisi Energi di Tengah Kebijakan Abu-abu. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Transisi energi telah menjadi agenda strategis bagi banyak negara, termasuk Indonesia, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, ketergantungan terhadap energi fosil, dan ketidakstabilan geopolitik global. Sebagai negara dengan sumber daya energi baru dan terbarukan yang melimpah, terutama di sektor panas bumi, potensi Indonesia untuk melakukan transformasi sistem energi menuju energi bersih sangat besar. 

Dalam konteks nasional, transisi energi memiliki peran vital tidak hanya dalam menjaga ketahanan energi jangka panjang, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat daya saing industri di era rendah karbon. Indonesia telah menyatakan komitmen untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) sebelum tahun 2060 dan meningkatkan porsi energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen pada 2025. Namun, implementasi dari target tersebut masih menghadapi banyak kendala, mulai dari ketergantungan struktural terhadap batu bara hingga tantangan dalam pendanaan proyek energi bersih.

Setelah resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024, Prabowo Subianto secara eksplisit menyampaikan komitmennya terhadap transisi energi sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional. Dalam pidato inaugurasi di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan masyarakat Indonesia, Prabowo menekankan pentingnya swasembada energi dan transisi menuju sumber daya terbarukan untuk memastikan stabilitas nasional di tengah dinamika global. 

PREMIUM Premium Content

Artikel premium ini hanya tersedia untuk Member

Anda dapat membuka artikel ini secara individual dengan harga Rp35.000. Jika sudah berlangganan, silakan login untuk melanjutkan membaca melalui dashboard premium Anda.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait