Ekonomi Hijau 05 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

PGN Andalkan Komunitas Tekan Emisi, 200 Desa DEB Kurangi LPG dan CO₂

PGN dorong dekarbonisasi lewat program Desa Energi Berdikari dan Tani Siaga, tekan emisi 729 ribu ton CO₂ dan kurangi konsumsi LPG 86 ribu ton per tahun

PGN dorong transisi energi lewat komunitas, tekan emisi CO₂ dan kurangi ketergantungan LPG lewat DEB dan Tani Siaga.

Program berbasis komunitas kini menjadi pilar utama dalam strategi dekarbonisasi nasional. (Foto: Dok. PGN)
Program berbasis komunitas kini menjadi pilar utama dalam strategi dekarbonisasi nasional. (Foto: Dok. PGN)

KABARBURSA.COM – Program berbasis komunitas kini menjadi pilar utama dalam strategi dekarbonisasi nasional. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mempertegas komitmennya melalui dua inisiatif utama: Tani Siaga dan Desa Energi Berdikari (DEB). 

Kedua program tersebut menyasar penguatan kapasitas lokal, penurunan emisi karbon, serta pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil di tingkat akar rumput.

Program Tani Siaga yang dilaksanakan di Pagardewa, Sumatera Selatan, telah berkontribusi nyata dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun ketahanan ekonomi petani. 

Inisiatif ini mencakup kegiatan replanting pohon karet, pengurangan pemakaian pupuk kimia melalui pemanfaatan pupuk organik, serta implementasi mitigasi kebakaran hutan dan lahan berbasis kearifan lokal. 

Selain itu, petani juga mendapatkan pelatihan pertanian berkelanjutan serta penguatan akses pasar hasil panen.

Merujuk dokumen kinerja PGN, perkebunan karet dampingan dalam program ini mampu menyerap karbon hingga 4,56 ton CO₂ per hektare per tahun. Hal ini menunjukkan kontribusi konkret sektor pertanian terhadap penurunan emisi nasional.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Rosa Permata Sari, menegaskan bahwa pendekatan komunitas menjadi bagian tak terpisahkan dari transisi energi.

“Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan lingkungan masyarakat sekitar, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap upaya dekarbonisasi nasional,” ujar Rosa, dalam keterangannya dikutip Selasa, 5 Agustus 2025.

PGN juga mendorong pembangunan ekosistem energi bersih melalui inisiatif Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga 2025, program ini telah menjangkau 200 desa di seluruh Indonesia dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan berskala lokal.

Ragam teknologi yang diterapkan dalam DEB meliputi 63 desa dengan PLTS atap, 41 desa dengan biogas rumah tangga, dan sisanya memanfaatkan kombinasi micro hydro dan hybrid system sesuai potensi wilayah. Pemanfaatan ini tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi masyarakat.

Secara kumulatif, DEB berhasil menurunkan emisi karbon hingga 729.493 ton CO₂ ekuivalen dan mengurangi konsumsi LPG rumah tangga setara 86.000 ton per tahun.

“Kami ingin transisi energi terasa dekat dan dimiliki oleh masyarakat. Karena itu, pendekatan berbasis komunitas menjadi sangat penting,” tambah Rosa.

Upaya ini juga diperkuat dengan tata kelola yang baik. PGN mencatatkan skor ESG “Advanced” dari Asia Sustainability Forum 2025 dan telah menjalani audit lingkungan eksternal oleh TÜV Rheinland untuk program DEB dan Tani Siaga, sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas.

Gas bumi yang menjadi tulang punggung bisnis PGN tetap ditempatkan sebagai energi transisi yang lebih bersih dibandingkan batu bara dan minyak bumi, sembari memperluas bauran energi baru dan terbarukan.

Kombinasi antara strategi top-down (pembangunan infrastruktur gas dan regulasi) dan pendekatan bottom-up (inisiatif komunitas) terbukti efektif dalam menjembatani agenda dekarbonisasi nasional dengan kebutuhan sosial-ekonomi masyarakat.

Dengan pencapaian tersebut, PGN mempertegas bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) bukan sekadar jargon, melainkan pilar strategis dalam pembangunan energi masa depan yang lebih bersih, merata, dan berkelanjutan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait