Ekonomi Hijau 01 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Yunila Wati

Sandiaga Uno Soroti Pentingnya Portofolio Hijau–ESG dalam Investasi

Founder Saratoga menilai arah investasi global kini bergeser ke ekonomi hijau dan ESG, dengan aset global mencapai USD30 triliun.

Sandiaga Uno menegaskan pentingnya portofolio hijau dan ESG dalam investasi. Aset ESG global kini mencapai USD30 triliun.

Sandiaga Salahuddin Uno selaku Founder PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melalui video daring untuk ajang Capitalk Smart Investor bertajuk
Sandiaga Salahuddin Uno selaku Founder PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melalui video daring untuk ajang Capitalk Smart Investor bertajuk

KABARBURSA.COM – Sandiaga Salahuddin Uno selaku Founder PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyoroti pergeseran tren investasi berbasis ekonomi hijau.

Sandiaga Uno menilai, ekonomi hijau dalam investasi tengah menjadi tren global. Sebab bisnis kini harus dijalankan seiring dampak positif yang ditimbulkan terhadap lingkungan, artinya bukan sekadar mencari keuntungan saja.

Hal ini Sandi singgung melalui video daring untuk ajang Capitalk Smart Investor bertajuk "Membangun Portofolio Hijau Berkualitas Berkelanjutan Berbasis Data" yang diselenggarakan KabarBursa.com di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Jumat 27 Februari 2026.

"Para investor, pelaku industri keuangan, regulator, akademisi, dan seluruh peserta Capitalk 2026. Selamat datang, kini arah investasi global sekarang bergeser dari sekadar return menuju resilience sustainability and measurable social impact (Ketahanan, keberlanjutan, dan dampak sosial yang terukur)," ujarnya dalam pesan video, Jumat 27 Februari 2026.

Dalam ajang yang turut merayakan dua tahun anniversary KabarBursa.com tersebut, eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2020-2024 ini juga menyatakan, perkembangan tren global dalam bisnis sarat ramah lingkungan yang berdampak.

"Green portofolio bukan tren, tapi kebutuhan strategis. Green equals, grwoth engine. Growth engine berarti ekonomi hijau yang berpotensi menciptakan 3 juta green jobs secara nasional hingga 2030," sebut Sandiaga.

Ia kemudian membeberkan bahwa aset ESG (Environmental, Social, and Governance) global sekarang sudah 30 triliun US Dolar. Selain itu Sandiaga menyebut pentingnya ESG dalam menjaga keberlangsungan bisnis secara keberlanjutan.

"Dengan disiplin data, risk management ESG metrics, dalat menjaga stabilitas dan affordability jangka panjang. Resiliensi portofolio, diversifikasi sektor hijau, sektor esensial, dapat melindungi nilai aset kita yang saat ini sekarang sangat volatilitas," terangnya.

Sandiaga juga mendorong para pelaku bisnis dan segenap pihak untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang produktif dengan pilar berbasis tiga "si".

"Jangan lupa tiga si framework yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.
Inovasi teknologi, adaptasi modal, bisnis rendah karbon, dan kolaborasi publik dan swasta," ungkapnya.

"Kemudian percepat scale up dan social impact over fast money. Mari kita tetap disiplin secara capital management, spekulasi investasi produktif, membuka peluang usaha, menjaga harga terjangkau, dan memperluas inklusi ekonomi," sambung Sandi.

Ia juga mengajak para investor dan para pelaku bisnis untuk bekerja sama membangun portofolio hijau.

"Portofolio hijau kita tidak hanya menguntungkan tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan, memperluas kesempatan usaha, dan membawa dampak sosial yang berkelanjutan. Terima kasih," pungkas pria yang juga pernah menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2018 tersebut. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait