Ekonomi Hijau 05 Sep 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

SRSN Siap Dukung Program Bioethanol RI, Kinerjanya?

SRSN Siap Dukung Program Bioethanol RI, Kinerjanya?
SRSN Siap Dukung Program Bioethanol RI, Kinerjanya?

Daftar Isi

  1. 01 Kinerja SRSN
  2. 02 Pengembangan Bioethanol RI

KABARBURSA.COM - PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), emiten industri agro kimia, mengkonfirmasi kesiapannya untuk berpartisipasi dalam program bioethanol yang sedang digalakkan pemerintah. Menanggapi spekulasi mengenai ketidakhadirannya dalam program tersebut, Direktur SRSN Wong Lukas Nurcahya, menjelaskan bahwa perusahaan tidak menolak partisipasi, melainkan saat ini tengah menunggu hasil uji coba pemasaran bioethanol di beberapa kota besar Indonesia.

Dalam Keterbukaan Informasi yang dipublikasikan di laman resmi IDX pada Rabu malam, 4 September 2024, Lukas menyatakan tidak menolak untuk berpartisipasi dalam program bioethanol.

"Saat ini, kami sedang menunggu hasil uji coba pemasaran bioethanol yang dilaksanakan di berbagai kota besar di Indonesia. Sekali lagi, SRSN sudah siap untuk berkontribusi, termasuk mengurus perizinan yang diperlukan, meskipun kapasitas produksi mesin yang ada masih terbatas," ujar Lukas.

Sementara itu, pemerintah Indonesia sedang mengembangkan lima pabrik gula yang terintegrasi dengan bioethanol di lahan seluas 2 juta hektare di Merauke, Papua Selatan. Proyek ambisius ini, yang dibagi dalam empat klaster, memiliki nilai investasi mencapai USD5,62 miliar atau sekitar Rp83,27 triliun. Pemerintah juga menggandeng pengusaha dalam pengembangan industri gula dan bioethanol, termasuk melalui pembentukan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia yang berkolaborasi dengan Sugar Research Australia.

Lukas mengakui bahwa proyek pemerintah di Merauke bisa berdampak positif bagi SRSN jika dilaksanakan secara konsisten.

"Pasar bioethanol lokal di Indonesia saat ini surplus dibandingkan dengan produksinya, sehingga kehadiran bioethanol dapat mengurangi tekanan pada pasar domestik," ujar Lukas.

Namun, ia juga mencatat bahwa lokasi proyek food estate di Merauke yang cukup jauh dari lokasi SRSN membuat perusahaan tidak dapat berpartisipasi dalam konsorsium bioethanol di sana.

"Jarak yang jauh dari lokasi kami membuat kami tidak bisa terlibat dalam konsorsium bioethanol di Merauke," tambah Lukas.

Dengan demikian, SRSN tetap berkomitmen untuk berpartisipasi dalam program bioethanol sesuai dengan kesiapan dan kapasitas produksi yang dimilikinya, sembari memantau perkembangan uji coba pemasaran bioethanol yang sedang berlangsung.

Kinerja SRSN

PT Indo Acidatama Tbk adalah perusahaan yang memiliki cakupan kegiatan yang luas dalam berbagai sektor industri. Perusahaan ini beroperasi di bidang industri pakaian jadi, kimia dasar, kemasan plastik, serta perdagangan ekspor dan impor.

Produk dan Layanan:

  • Kimia Dasar: PT Indo Acidatama Tbk memproduksi berbagai bahan kimia seperti asam asetat, etil asetat, dan gas asetat karbonik.
  • Pupuk: Perusahaan ini juga memproduksi pupuk bio-organik dengan merek dagang Pomi, Randex, Beka, dan Alfinas.
  • Methylated Spirit: Salah satu produk kimia lainnya yang diproduksi adalah methylated spirit, yang sering digunakan sebagai pelarut dan bahan baku industri.
  • Kemasan Plastik: PT Indo Acidatama Tbk memproduksi kemasan plastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri.

Perusahaan ini memiliki fasilitas produksi yang berlokasi di Surakarta, Indonesia, yang mendukung kegiatan produksi dan operasional mereka. Dengan diversifikasi produk yang luas dan fasilitas produksi yang strategis, PT Indo Acidatama Tbk berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan internasional melalui inovasi dan kualitas produk yang tinggi.

Benny Herman, Sekretaris Perusahaan PT Indo Acidatama Tbk (SRSN), mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2023, perusahaan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp58,018 miliar. Angka ini mencerminkan kinerja positif dan stabilitas finansial perusahaan di tengah dinamika pasar.

Rincian Kinerja Keuangan:

  • Saldo Laba Ditahan: Pada akhir tahun 2023, saldo laba ditahan SRSN tercatat sebesar Rp193,284 miliar. Saldo laba ditahan ini menunjukkan akumulasi keuntungan yang tidak dibagikan sebagai dividen dan tetap berada dalam perusahaan untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnis di masa depan.
  • Total Ekuitas: Total ekuitas perusahaan mencapai Rp710,587 miliar. Angka ini mencerminkan total kekayaan perusahaan yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan operasional dan investasi strategis.

Dengan kinerja keuangan yang solid ini, PT Indo Acidatama Tbk menunjukkan posisi yang kuat untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan serta peluang yang ada di pasar.

Pengembangan Bioethanol RI

Pemerintah Indonesia saat ini tengah merancang Rancangan Peraturan Presiden yang bertujuan untuk mempercepat swasembada gula nasional dan pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Bioetanol adalah produk turunan dari industri gula yang menggunakan bahan baku tebu.

Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah menjadi eksportir gula utama pada abad ke-19. Namun, kondisi ini berbalik drastis, dan saat ini Indonesia terpaksa mengimpor gula dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri dalam negeri. Untuk mengatasi ketergantungan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengarahkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan kualitas bibit tebu dengan varietas terbaik di dunia.

Langkah-Langkah Menuju Swasembada Gula:

  1. Kolaborasi Petani dan Pabrik Gula: Jokowi meminta agar para petani dan pabrik gula di Indonesia menjalin kerja sama yang erat. Sinergi antara kedua pihak diharapkan dapat meningkatkan produksi gula secara signifikan.
  2. Modernisasi Peralatan: Pabrik gula diharapkan untuk memperbarui mesin-mesin mereka dengan teknologi terkini. Modernisasi peralatan ini penting untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi gula.
  3. Target Luas Tanam: Presiden Jokowi menetapkan target untuk menyiapkan 700 ribu hektar lahan tebu. Saat ini, lahan yang tersedia baru mencapai 180 ribu hektar. Dengan pencapaian target ini, diharapkan dalam lima tahun ke depan, Indonesia dapat mencapai swasembada gula.

Dengan kebijakan ini, diharapkan Indonesia tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gula domestik secara mandiri, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan produksi bioetanol yang berkelanjutan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait