Ekonomi Hijau 30 Dec 2025 Penulis: Desty Luthfiani Editor: Uslimin Usle

Transaksi Karbon Tembus 1,6 Juta Ton di 2025, OJK Nilai Pasar Hijau Mulai Terbentuk

Partisipasi pelaku pasar menjadi faktor penting dalam membentuk ekosistem karbon yang kredibel dan berkelanjutan

Perdagangan karbon nasional menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang 2025 dan menjadi salah satu indikator penguatan pasar keuangan berkelanjutan di RI

Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap (tengah)beserta jajaran direksi SRO pasar modal saat melakukan konferensi pers penutupan pasar di BEI, Jakarta pada Selasa, 30 Desember 2025. Desty Luthfiani/KabarBursa.com
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap (tengah)beserta jajaran direksi SRO pasar modal saat melakukan konferensi pers penutupan pasar di BEI, Jakarta pada Selasa, 30 Desember 2025. Desty Luthfiani/KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Perdagangan karbon nasional menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang 2025 dan menjadi salah satu indikator penguatan pasar keuangan berkelanjutan di Indonesia. 

Menutup akhir tahun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat volume transaksi karbon secara akumulatif mencapai 1,6 juta ton setara CO2 hingga 24 Desember 2025, dengan total nilai transaksi sebesar Rp80,75 miliar. Capaian itu diklaim memperlihatkan meningkatnya pemanfaatan bursa karbon oleh pelaku usaha di tengah dorongan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap, mengatakan bahwa aktivitas perdagangan karbon terus mengalami peningkatan sejak pertama kali diluncurkan. Menurutnya, partisipasi pelaku pasar menjadi faktor penting dalam membentuk ekosistem karbon yang kredibel dan berkelanjutan. 

“Transaksi karbon terus bertumbuh dan menunjukkan potensi besar sebagai instrumen pendanaan berkelanjutan,” ujar Eddy dalam konferensi pers penutupan pasar di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 30 Desember 2025.

OJK mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 150 perusahaan yang telah berpartisipasi sebagai pengguna jasa bursa karbon. Selain itu, unit karbon yang masih tersedia di pasar tercatat mencapai sekitar 2,67 juta ton setara CO2. Ketersediaan unit karbon tersebut dinilai memberikan ruang bagi peningkatan transaksi pada periode berikutnya, seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap kewajiban dan peluang perdagangan karbon.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, OJK juga mendorong penguatan regulasi dan tata kelola perdagangan karbon agar sejalan dengan prinsip transparansi dan perlindungan investor. Sepanjang 2025, OJK turut melakukan berbagai kegiatan edukasi serta menerbitkan buku panduan mengenai perdagangan karbon bagi sektor jasa keuangan sebagai referensi praktis bagi industri dan publik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
DE
Jurnalis

Desty Luthfiani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait