Ekonomi Hijau 31 Mar 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Hutama Prayoga

UMKM Rajut Candyco Naik Kelas Berkat LinkUMKM BRI

Candyco di Malang kembangkan bisnis rajut custom dengan digitalisasi dan dukungan LinkUMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha.

Cerita Candyco kembangkan bisnis rajut custom berbasis digital dan LinkUMKM, dorong UMKM naik kelas dengan kualitas dan strategi pasar.

Kisah usaha Candyco, UMKM asal Malang dalam memperkuat bisnis rajut custom. Andalkan digitalisasi dan LinkUMK dari BRI. Foto: dok. BRIM
Kisah usaha Candyco, UMKM asal Malang dalam memperkuat bisnis rajut custom. Andalkan digitalisasi dan LinkUMK dari BRI. Foto: dok. BRIM

KABARBURSA.COM – Usaha kerajinan rajut lokal, Candyco mengalami pertumbuhan dengan mengandalkan produk custom dan strategi digital.

Berdiri sejak 2020, UMKM asal Malang, Jawa Timur tersebut dikenal dengan produk bunga rajut dan boneka rajut yang menjadi andalannya dalam menggaet pasar.

Mengusung konsep handmade dengan layanan pesanan khusus, Candyco memberi fleksibilitas bagi pelanggan untuk menentukan desain sesuai kebutuhan.

Dalam menjalankan bisnisnya, Candyco didukung 15 tenaga kerja dan memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, hingga skema B2B (Business to Business) dan partisipasi dalam pameran.

Co-Founder Candyco, Adillah Dhianida Khanza mengatakan, menjaga kualitas dan kapasitas produksi menjadi tantangan utama dalam menjalankan bisnis rajut custom. Selain itu tren dan digitalisasi turut menantang Candyco untuk terus berinovasi.

“Candyco berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang setelah melihat peluang pasar serta mendapat dukungan dari orang-orang terdekat untuk mulai menjual produk rajutan. Pada tahap awal, penjualan dilakukan melalui marketplace. Karena dijalankan sambil kuliah, usaha ini sempat vakum pada 2022 sampai 2023, lalu kembali aktif pada 2024 dan membuka gerai di Kota Malang," ujarnya lewat keterangan resmi, Selasa 31 Maret 2026.

"Perjalanan hingga mencapai tahap sekarang tidak mudah, terutama dalam beradaptasi terhadap tren pasar serta mengelola SDM agar tetap mampu memenuhi permintaan pelanggan,” sambung Adillah menjelaskan.

Kini dalam operasional hariannya, Candyco mulai mengadopsi digitalisasi, termasuk penggunaan QRIS BRI untuk mempermudah transaksi.

Berawal dari hobi, Candyco jadi UMKM rajut yang tumbuh pesat setelah ikut program dari LinkUMKM BRI. Foto: dok. BRI

 

Sementara itu, pengembangan bisnis diperkuat melalui platform LinkUMKM yang menyediakan akses pelatihan dan pendampingan usaha.

Salah satu program yang diikuti dalam platform tersebut adalah Seven Days Challenge, yakni program selama tujuh hari yang mendorong pelaku UMKM membuat konten berbasis micro storytelling.

Pembuatan konten ini bertujuan untuk merefleksikan perjalanan bisnis sekaligus menyusun strategi pengembangan.

Menurut Adillah, program dari Bank BRI tersebut memberi banyak manfaat dan membantu bisnisnya berkembang.

“Seru, karena kami bisa melakukan rewind dan refleksi atas berbagai hal yang sudah dijalankan selama perjalanan membangun bisnis, sehingga membantu kami menyusun strategi ke depan,” ungkapnya.

Sebagai informasi, LinkUMKM hingga akhir 2025 telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM sebagai platform pendampingan usaha digital.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur yang saling terintegrasi, mulai dari peningkatan kapasitas, akses pasar, hingga fasilitasi legalitas usaha.

Corporate Secretary BRI, Dhanny memandang, Candyco merupakan salah satu contoh UMKM yang mampu meningkatkan daya saing melalui pengelolaan bisnis yang terstruktur.

Dalam hal ini, BRI juga terus berupaya  membantu para pelaku UMKM untuk menumbuhkan bisnisnya.

“Candyco menunjukkan bahwa daya saing UMKM bertumpu pada pengelolaan usaha yang konsisten, kualitas yang terjaga, dan kesiapan memenuhi permintaan pasar. LinkUMKM menyediakan akses pembelajaran, pendampingan, serta program yang aplikatif agar pelaku usaha dapat menata bisnisnya lebih terukur sesuai tahap pengembangan," terangnya.

"Melalui penguatan kapasitas tersebut, BRI mendorong UMKM memperluas pasar dan membangun fondasi usaha yang tangguh untuk tumbuh berkelanjutan,” tutup Dhanny. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait