Ekonomi Hijau 03 Sep 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

United Tractors (UNTR) Genjot Investasi Energi Terbarukan

UNTR fokus ke transisi energi melalui investasi panas bumi, PLTA, solar PV, hingga proyek pembangkit listrik tenaga sampah.

United Tractors (UNTR) perkuat diversifikasi ke energi terbarukan lewat PLTA, panas bumi, solar PV, dan waste-to-energy.

Di tengah fluktuasi harga komoditas tambang, PT United Tractors Tbk (UNTR) mulai memperluas pijakan bisnis ke sektor energi hijau. (Foto: Dok. United Tractors)
Di tengah fluktuasi harga komoditas tambang, PT United Tractors Tbk (UNTR) mulai memperluas pijakan bisnis ke sektor energi hijau. (Foto: Dok. United Tractors)

KABARBURSA.COM – Di tengah fluktuasi harga komoditas tambang, PT United Tractors Tbk (UNTR) mulai memperluas pijakan bisnis ke sektor energi hijau. 

Perusahaan yang identik dengan alat berat dan kontraktor tambang ini kini menyiapkan serangkaian proyek energi terbarukan yang diyakini bisa menjadi sumber pendapatan jangka panjang.

Dalam materi paparan publik, manajemen UNTR menegaskan bahwa transisi energi menjadi salah satu aspirasi keberlanjutan dalam lima tahun ke depan. Fokus diarahkan pada pembangkit listrik tenaga air (PLTA), panas bumi, solar photovoltaic (solar PV), hingga proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

Melalui anak usaha PT Energia Prima Nusantara, UNTR menambah kepemilikan saham di Supreme Energy Sriwijaya (SES) menjadi 80,2 persen pada Juni 2025. SES memiliki 25,2 persen saham di Supreme Energy Rantau Dedap (SERD), proyek panas bumi berkapasitas 91,2 MW yang sudah beroperasi di Sumatera Selatan. Dengan akuisisi ini, total kepemilikan langsung dan tidak langsung UNTR di SERD menjadi 40,4 persen.

Selain panas bumi, UNTR juga menggandeng PT Arkora Hydro Tbk yang kini 31,49 persen sahamnya dimiliki perusahaan. Arkora telah mengoperasikan tiga PLTA dengan total kapasitas 27,4 MW, ditambah satu PLTA berkapasitas 5,4 MW yang dijadwalkan mulai beroperasi komersial pada 2025.

Perseroan juga mulai masuk ke bisnis rooftop solar PV untuk segmen business-to-business. Kapasitas terpasang solar PV yang dikelola UNTR telah mencapai 30,2 MWp, dengan tambahan 5 MWp dalam tahap pembangunan.

Tak berhenti di situ, UNTR mendirikan PT Jabar Environmental Solutions bersama Sumitomo Corporation dan Kanadevia Corporation. Perusahaan patungan ini akan membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Legok Nangka, Jawa Barat. 

Proyek tersebut dirancang dengan kapasitas penanganan limbah 2.000 ton per hari, sekaligus menjadi bagian dari solusi energi ramah lingkungan di Tanah Air.

Diversifikasi ke sektor energi terbarukan ini menjadi langkah penting bagi UNTR untuk menjaga ketahanan bisnis di luar tambang batubara. Seperti diketahui, pendapatan perseroan masih didominasi segmen kontraktor tambang dan penjualan batubara. Namun, harga komoditas yang fluktuatif membuat strategi diversifikasi kian mendesak.

Dengan kapitalisasi pasar Rp78 triliun per Juni 2025, UNTR menilai investasi di sektor energi hijau dapat memperkuat portofolio sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait