Tak seperti biasanya, kapitalisasi besar justru disambut gegap gempita oleh ritel lokal, bukan investor asing. Yang satu membeli, yang lain menarik diri. Maka pertanyaan pun muncul, siapa sebenarnya dalang di balik reli dua hari ini? Apakah ini murni optimisme korporasi atau ada skenario lain yang sedang dirancang diam-diam?
Sejak Jumat lalu, saham ADRO tampaknya sedang ingin bicara banyak di papan perdagangan. Hanya dalam dua hari—Jumat dan Senin, 17–19 Mei 2025—harga sahamnya melompat dari Rp1.930 ke Rp2.320 alias naik 20 persen. Dalam kamus bursa, ini bukan sekadar angin lewat. Ini seperti ketika seorang pemain lama yang dikenal konservatif, tiba-tiba menyundul bola dengan salto di depan gawang.