Saham PGEO awal 2026 menunjukan anomali unik dimana investor ritel dan institusi asing terus menambah kepemilikan pada saham anak perusahan Pertamina dengan kode saham PGEO, namun di sisi lain market maker, akun-akun besar non-ritel, hingga para "Sultan" justru terlihat melepas kepemilikan dalam durasi singkat dengan tujuan trade. Apakah PGEO masih memiliki daya tarik fundamental, ataukah pergerakannya saat ini hanyalah sirkulasi likuiditas semata?
Memasuki Februari 2026, volume perdagangan PGEO menunjukkan volatilitas yang tidak biasa. Pada 9 Februari 2026, harga saham PGEO ditutup stagnan di level Rp1.125 dengan volume transaksi sebesar 22,08 juta lembar. Angka ini terlihat tenang jika dibandingkan dengan pergerakan satu hari setelahnya, 10 Februari, di mana harga merangkak naik 0,89 persen ke posisi Rp1.135 dengan volume yang menyusut ke 8,02 juta lembar. Namun, kestabilan semu di awal Februari ini sebenarnya menyimpan anomali besar jika kita menarik data ke belakang secara forensik pada Januari 2026.