Insight Daily 10 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com

Antusiasme Ritel dan Asing Menguat di Saham PGEO, Ada Apa?

Lonjakan volume transaksi dan arus beli investor ritel serta asing memicu tanda tanya apakah ini sinyal ekspansi nyata atau sekadar dinamika trading jangka pendek?

KABARBURSA.COM — Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menjadi pusat perhatian di bursa awal Februari 2026 setelah mencatatkan anomali volume perdagangan yang signifikan. Data pasar menunjukkan adanya aksi "perebutan" saham oleh investor ritel dan institusi asing, di tengah rotasi kepemimpinan dan kemenangan lelang blok baru di Sumatera Barat. Namu...

Tampak udara (bird eye view) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Jawa Barat, yang merupakan PLTP pertama di Indonesia. Fasilitas ini diresmi
Tampak udara (bird eye view) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang di Jawa Barat, yang merupakan PLTP pertama di Indonesia. Fasilitas ini diresmi

Insight Navigator

  1. 01 Pertarungan Ritel vs Whales
  2. 02 Analisa Teknikal Saham PGEO
  3. 03 Strategi Ekspansi Menjadi Mahal
  4. 04 Analisa CAGR Dari Proyek 1 Gigawatt
  5. 05 Tantangan Strategi Bisnis PGEO
  6. 06 Analisa Pesaing PGEO
  7. 07 Proyeksi PGEO 2029-2033
  8. 08 Kesimpulan

Saham PGEO awal 2026 menunjukan anomali unik dimana  investor ritel dan institusi asing terus menambah kepemilikan pada saham anak perusahan Pertamina dengan kode saham PGEO, namun di sisi lain  market maker, akun-akun besar non-ritel, hingga para "Sultan" justru terlihat melepas kepemilikan dalam durasi singkat dengan tujuan trade. Apakah PGEO masih memiliki daya tarik fundamental, ataukah pergerakannya saat ini hanyalah sirkulasi likuiditas semata?

Memasuki Februari 2026, volume perdagangan PGEO menunjukkan volatilitas yang tidak biasa. Pada 9 Februari 2026, harga saham PGEO ditutup stagnan di level Rp1.125 dengan volume transaksi sebesar 22,08 juta lembar. Angka ini terlihat tenang jika dibandingkan dengan pergerakan satu hari setelahnya, 10 Februari, di mana harga merangkak naik 0,89 persen ke posisi Rp1.135 dengan volume yang menyusut ke 8,02 juta lembar. Namun, kestabilan semu di awal Februari ini sebenarnya menyimpan anomali besar jika kita menarik data ke belakang secara forensik pada Januari 2026.

Insight Daily Investor Pro Access

Lanjutkan membaca analisa lengkap Insight Daily

Bagian lanjutan berisi market intelligence harian, momentum sektoral, money flow, katalis pasar, dan risk point yang hanya tersedia untuk pelanggan KabarBursa Investor Pro.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya