Kenaikan saham hari ini menjadikan BRPT salah satu top gainers indeks LQ45. Volume transaksi mencapai 185,6 juta saham, jauh di atas rata-rata karena didorong aksi beli agresif investor asing. Berdasarkan data Stockbit, investor asing membukukan net buy sekitar Rp52,41 miliar di saham BRPT pada sesi tersebut. Reli harga ini juga mengerek valuasi BRPT ke level tinggi; rasio price to earnings (P/E) perseroan tercatat sekitar 140 kali laba bersih dalam 12 bulan terakhir. Valuasi itu mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan Barito Pacific, meski laba terkini perseroan relatif kecil dibanding kapitalisasinya.
Optimisme investor tidak lepas dari langkah strategis Barito Pacific mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) anak usahanya, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Chandra Daya Investasi, entitas infrastruktur Barito Pacific, menggelar IPO dengan melepas 12,48 miliar saham baru (sekitar 10 persen dari modal) pada harga Rp190 per saham. Masa penawaran umum berlangsung 2–7 Juli 2025 dan pencatatan perdana saham CDIA dijadwalkan pada 9 Juli 2025.