Pergerakan saham DKFT dalam beberapa hari terakhir menunjukkan kontras yang cukup mencolok antara arah harga di pasar dan kinerja fundamental perusahaan. Dalam sepekan terakhir, saham emiten nikel ini terkoreksi sekitar 19,72 persen dan ditutup di level Rp570 pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Bahkan dalam sesi perdagangan terakhir, harga sempat menyentuh titik terendah Rp555 sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih tinggi.
Tekanan tersebut membuat kapitalisasi pasar DKFT menyusut ke kisaran Rp3,21 triliun. Dari sisi teknikal, pelemahan yang berlangsung hampir tanpa jeda selama beberapa hari perdagangan menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung defensif terhadap saham ini. Namun jika melihat kondisi fundamentalnya, gambaran yang muncul justru berbeda.