Secara fundamental, DMAS berdiri di posisi yang jarang dimiliki emiten properti lain. Pada sembilan bulan pertama 2025, pendapatan Perseroan mencapai Rp780 miliar dengan segmen industri menyumbang Rp676 miliar atau sekitar 87 persen. Ini bukan angka kosmetik. Dari pendapatan itu, laba bersih yang dibukukan mencapai Rp525 miliar dengan margin bersih 67 persen.
Angka ini menjelaskan satu hal penting. DMAS bukan perusahaan yang sibuk memutar modal, tetapi perusahaan yang mengonversi penjualan lahan langsung menjadi laba. Asetnya tercatat Rp6,75 triliun, kas Rp457 miliar, liabilitas hanya Rp406 miliar, dan tanpa utang bank. Struktur seperti ini membuat arus kas dan neraca relatif bersih.