Ada anomali tajam yang tertangkap radar pasar dalam tiga hari perdagangan pertama di bulan Mei 2026. INCO sebenarnya baru saja memamerkan rapor biru pada akhir April lalu, dengan raihan laba bersih kuartal I-2026 yang melonjak 85 persen secara triwulanan menjadi USD43,6 juta. Namun, bukannya menjadi magnet bagi dana segar, pengumuman kinerja solid tersebut justru menjadi momentum bagi investor institusi untuk melakukan aksi ambil untung yang terukur dan masif.
Berdasarkan data aliran dana di kalender pasar periode 4 hingga 6 Mei 2026, terjadi pola Big Distribution yang sangat konsisten. Eksodus modal asing dimulai pada 4 Mei dengan nilai penjualan bersih (net sell) sebesar Rp12,1 miliar, mencakup pelepasan sebanyak 17.700 lot saham pada harga rata-rata Rp6.856. Tekanan jual ini justru meningkat drastis pada 5 Mei, di mana dana asing keluar mencapai Rp27,7 miliar dengan volume 45.400 lot pada harga rata-rata Rp6.175. Lalu pada 6 Mei, saat di mana harga saham menurun, asing konsisten melakukan distribusi sebesar Rp9,5 miliar dengan volume 15.700 lot pada harga rata-rata yang lebih rendah, yakni Rp6.101.