Reli harga saham ENRG belakangan tak lepas dari gelombang sentimen positif di sektor energi. Harga minyak dunia kembali naik setelah konflik Iran–Israel memicu kekhawatiran gangguan suplai di Selat Hormuz, jalur vital yang dilewati lebih dari 20 barel minyak per hari. Harga Brent menguat tajam dalam tiga hari terakhir dan kini stabil di kisaran USD74 hingga USD75 per barel (sekitar Rp1,22–1,23 juta). Hal ini memperkuat posisi saham-saham migas sebagai aset defensif saat ketegangan geopolitik meningkat.
Dari sisi permintaan, data industrial China menunjukkan pemulihan. Data Biro Statistik Nasional China menunjukkan output manufaktur mereka tumbuh 5,8 persen pada Mei—angka tertinggi sejak November tahun lalu. Meskipun sedikit melambat dari 6,1 persen di April, pencapaian ini tetap di atas ekspektasi pasar dan menandakan manufaktur Negeri Tirai Bambu kembali menguat. Kondisi ini membuka ruang bagi kenaikan konsumsi energi dalam semester kedua tahun ini.