KABARBURSA.COM – Ketika Goldman Sachs merilis laporan terbaru soal komoditas China, pasar tidak membacanya sebagai kabar sensasional. Nada laporan itu justru tenang, bahkan cenderung menahan ekspektasi. Permintaan komoditas China diproyeksikan memasuki fase stabil pada tahun ini dengan pertumbuhan tahunan berkisar minus 1,3 persen hingga positif 2 persen, dan pemulihan yang bersifat bertahap mulai paruh kedua 2026.
Dalam laporan yang dikutip dari Aastocks, Goldman Sachs menilai fondasi keseimbangan suplai permintaan sebagian besar komoditas relatif stabil dengan lingkungan makro yang masih kondusif. Namun arah harga dan margin ke depan pada tahun 2026 ini tidak lagi ditentukan oleh lonjakan permintaan, melainkan oleh perubahan marginal di sisi suplai. Tiga tema utama disebut akan mendominasi, yakni disiplin suplai dan respons produsen, upaya anti-involution, serta aktivitas merger dan injeksi aset.