KABARBURSA.COM — Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak mentah dunia melambung tinggi, menciptakan tekanan baru bagi perekonomian global. Bagi pasar Indonesia, yang bergantung pada impor energi, lonjakan ini bukan hanya soal inflasi, tapi juga seleksi alam bagi saham-saham energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Sejumlah emiten terlihat mencatat performa positif di tengah gejolak, seperti Medco Energi Internasional (MEDC) dan Elnusa (ELSA). Namun, tidak semua merasakan efek yang sama. Perusahaan distribusi gas seperti Perusahaan Gas Negara (PGAS) justru menghadapi tekanan pada margin laba, akibat struktur biaya dan regulasi harga yang kompleks.