Tekanan pada saham ANTM bukan muncul tiba-tiba di penutupan, melainkan sudah terlihat sejak menit awal perdagangan. Pada pukul 09.16 WIB, saat harga masih bertahan di level Rp3.630, tekanan jual langsung muncul melalui broker asing. Maybank Sekuritas (ZP) melepas sekitar Rp4,1 miliar, diikuti CGS International Sekuritas (YU) sekitar Rp2,3 miliar, sementara JP Morgan Sekuritas (BK) mulai mengakumulasi Rp1,1 miliar. Dalam fase pembukaan ini, arah pasar sebenarnya sudah memberi sinyal: distribusi lebih dominan dibanding akumulasi.
Seiring waktu, tekanan tersebut tidak mereda, justru mengalir. Grafik broker flow memperlihatkan garis distribusi dari Maybank Sekuritas dan CGS International yang bergerak konsisten turun, tanpa jeda signifikan hingga penutupan. Di sisi lain, akumulasi yang sempat muncul dari JP Morgan maupun BCA Sekuritas (SQ) terlihat dangkal dan tidak cukup kuat untuk menahan arus jual. Harga pun perlahan tergelincir dari 3.600-an, menembus 3.500, hingga akhirnya ditutup di Rp3.430—level terendah hari itu.