Harga nikel dunia sedang ogah diajak naik. Kalau tahun lalu sempat panas-panasnya—menembus level USD19.326 per ton pada April 2024—tahun ini justru adem. Sampai April 2025, harga nikel terpantau melorot ke kisaran USD15.146 per ton. Bahkan pada Februari lalu sempat menyentuh USD15.276, turun dari rerata USD16.300-an di periode yang sama tahun sebelumnya.
Penyebabnya bukan satu. Pasokan nikel global lagi banjir, terutama dari Indonesia yang ngotot menggenjot hilirisasi lewat larangan ekspor bijih mentah. Tapi di sisi lain, permintaan dari sektor kendaraan listrik (EV) belum ngegas secepat ekspektasi. Apalagi muncul tren baterai lithium ferro phosphate (LFP) yang tak butuh nikel bikin sebagian investor mikir dua kali.