KABARBURSA.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah serangan militer AS ke fasilitas nuklir Iran. Dentuman serangan AS tidak hanya terdengar di Iran, tapi juga sampai ke pasar energi global. Serangan Trump ke Iran berdampak terhadap lonjakan harga minyak mentah, nilai aset berisiko melemah, dan sentimen “flight to safety” mulai mendominasi.
Dengan posisi Indonesia sebagai negara net-importir energi, gejolak ini membawa konsekuensi nyata, yakni tekanan pada Rupiah, inflasi, hingga potensi koreksi tajam di pasar saham domestik.