Ketika subuh belum sempurna menyingsing di Teheran, rudal-rudal Israel sudah lebih dulu mengoyak langit Iran pada Jumat, 13 Juni 2025. Serangan itu bukan gertak sambal. Fasilitas nuklir dan pusat komando militer Iran jadi sasaran. Pemerintah Iran mengancam akan membalas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di kawasan. Ketegangan itu menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pasar komoditas langsung merespons. Harga emas spot naik ke USD3.426 per ons troy (setara Rp56.529.000), sementara harga minyak Brent menguat hingga menyentuh USD74,52 per barel (sekitar Rp1.229.580). Emas kembali berperan sebagai pelindung nilai ketika risiko geopolitik meningkat. Dana global mengalir ke aset-aset safe haven, termasuk logam mulia.