Setelah mencapai level tertinggi, saham ADMR hari ini, 8 Januari 2026, terkoreksi bertahap dan kini kembali ke area Rp1.710, meski tetap mencatatkan kenaikan sekitar 9,62 persen dalam satu minggu.
Secara teknikal, penguatan saham ADMR belakangan bukan datang tiba-tiba. Pengamat pasar modal Michael Yeoh melihat struktur pergerakan harga ADMR telah membentuk fondasi yang relatif matang. “Secara teknikal, ADMR melewati titik double bottom weekly, konsolidasi tahunan,” ujarnya pada Selasa lalu.
Ia menambahkan, struktur tersebut membuka ruang lanjutan penguatan ke level yang lebih tinggi. “Target ke 2.500, resistance di 2.000,” kata Michael.