Petunjuk paling konkret dari reli saham BUVA datang dari peta broker. Data transaksi 20 Januari 2026 menunjukkan bahwa penguatan harga tidak digerakkan oleh arus ritel yang terfragmentasi, melainkan oleh dua pemain utama di sisi beli, baik dari sisi nilai transaksi maupun volume.
Dari sisi nilai (value), Stockbit Sekuritas tampil sebagai pembeli terbesar dengan total akumulasi mencapai Rp175,84 miliar. Angka ini jauh meninggalkan broker lain dan menegaskan perannya sebagai penggerak utama likuiditas. Menariknya, di hari yang sama, Stockbit Sekuritas juga tercatat melakukan penjualan senilai Rp28,28 miliar, namun dengan selisih beli–jual yang tetap sangat lebar di sisi akumulasi bersih. Pola ini menunjukkan bukan keluar dari posisi, melainkan pengaturan napas transaksi di tengah volatilitas harga.