KABARBURSA.COM - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menutup paruh pertama 2025 dengan performa finansial yang mengundang perhatian. Laba bersih setelah pajak (NPAT) tercatat Rp138 miliar, sementara NPAT yang disesuaikan melesat 36 persen menjadi Rp208 miliar. Angka tersebut menjadi bukti perbaikan profitabilitas. Namun, muncul pertanyaan: apakah divestasi saham SILO benar-benar menjadi penopang?
Strategi perseroan tetap teguh: memperkuat pilar bisnis properti dan gaya hidup, merampingkan operasional, serta disiplin menjaga struktur keuangan melalui efisiensi biaya dan pengurangan utang.