KABARBURSA.COM – Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan bagi sektor properti. Penjualan rumah tapak cenderung melambat, tercermin dari capaian presales emiten besar yang hanya berkisar Rp5–6 triliun per tahun.
Di sisi lain, proyek high-rise menekan margin, dengan gross profit margin (GPM) turun ke kisaran 35–40 persen, dari sebelumnya di atas 45 persen dari emiten tersebut.