Pergerakan harga saham RMKE dalam beberapa pekan terakhir memperlihatkan satu fase yang biasanya hanya muncul setelah sebuah siklus penurunan panjang mencapai titik jenuh. Dari puncak di kisaran 8.700 lalu merosot hingga menyentuh area 3.800, pasar pada dasarnya sedang menjalani proses distribusi—periode ketika saham berpindah tangan dari pelaku yang masuk di harga bawah menuju mereka yang datang lebih belakangan. Fase ini ditandai oleh tekanan jual yang konsisten, reli pendek yang cepat dipatahkan, dan volume yang tidak lagi mampu mendorong harga kembali ke tren naik. Ketika harga akhirnya berhenti turun dan bergerak mendatar cukup lama di area bawah, di situlah biasanya distribusi dinyatakan selesai.
Pantulan menuju 5.250 dalam waktu relatif singkat menjadi menarik karena terjadi setelah periode konsolidasi tersebut. Konfirmasi awal terlihat ketika harga mampu kembali bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari dan 100 hari. Dua garis ini adalah cerminan rata-rata biaya kepemilikan dalam jangka pendek dan menengah. Ketika harga berada di bawahnya, sebagian besar pelaku pasar berada dalam posisi rugi sehingga setiap kenaikan cenderung memicu aksi jual. Sebaliknya, ketika harga kembali berada di atasnya, posisi mayoritas pelaku pasar berbalik menjadi untung. Situasi psikologis pasar pun berubah—dari kecenderungan melepas menjadi kecenderungan menahan.