RUPS ADRO yang digelar Senin, 2 Juni 2025, justru diwarnai tekanan jual. Harga saham ditutup melemah 3,18 persen ke level Rp2.130, turun cukup dalam dari posisi pembukaan yang masih menyentuh Rp2.180. Rentang pergerakan intraday menyempit di kisaran Rp2.110–Rp2.210, memperlihatkan pasar mulai kehilangan arah setelah sentimen buyback mereda.
Padahal, program pembelian kembali saham yang dilaksanakan sejak 16 Mei dengan anggaran jumbo Rp4 triliun resmi berakhir tepat di hari RUPS. Namun alih-alih menahan tekanan, aksi korporasi ini tampak gagal menjadi penopang harga. Sinyal pelemahan justru muncul bersamaan dengan selesainya fase pertama buyback. Momentum yang sebelumnya memberi dukungan psikologis bagi investor, kini tak lagi memberi efek berarti.