Insight Daily 15 May 2025 Penulis: KabarBursa.com

TINS Dikepung Tambang Ilegal, Hilirisasi Jadi Jalan Selamat

Produksi TINS terus jeblok gara-gara tambang ilegal, tapi MIND ID mengarahkan hilirisasi rare earth dan tin chemical sebagai jalan keluar dari jebakan komoditas mentah.

KABARBURSA.COM - PT Timah Tbk (TINS) tengah terjepit dua tekanan yang datang bersamaan. Produksi bijih timah terus melemah akibat masifnya tambang ilegal, sementara ambisi hilirisasi logam tanah jarang atau rare earth dikejar cepat di tengah keterbatasan modal dan kapasitas teknis.

TINS ditekan tambang ilegal, tapi punya asa di hilirisasi rare earth dan tin solder. Bagaimana prospeknya? Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com.
TINS ditekan tambang ilegal, tapi punya asa di hilirisasi rare earth dan tin solder. Bagaimana prospeknya? Gambar dibuat oleh AI untuk KabarBursa.com.

Insight Navigator

  1. 01 Saat Timah tak Lagi Cukup Jadi Batangan
  2. 02 Jalan Panjang Hilirisasi, dari Modal sampai Manusia
  3. 03 Kinerja dan Valuasi TINS
  4. 04 Aksi Investasi

Produksi TINS terus merosot, bukan karena cadangan yang habis, tapi karena tambang-tambang liar yang makin masif di wilayah konsesi perusahaan. Masalah ini bukan baru. Dalam empat tahun terakhir, produksi bijih timah TINS tak pernah menyentuh target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Tahun 2022, dari target 45.000 ton, yang terealisasi hanya 20.079 ton. Setahun kemudian, capaian lebih buruk: hanya 14.855 ton dari target 29.000 ton. Tahun lalu, meski target dinaikkan ke 37.000 ton, realisasi tak sampai separuhnya, cuma 19.437 ton yang berhasil dikeruk.

Insight Daily Investor Pro Access

Lanjutkan membaca analisa lengkap Insight Daily

Bagian lanjutan berisi market intelligence harian, momentum sektoral, money flow, katalis pasar, dan risk point yang hanya tersedia untuk pelanggan KabarBursa Investor Pro.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Research Analyst
KA
Market Intelligence Analyst

KabarBursa.com

Insight Daily Lainnya