Produksi TINS terus merosot, bukan karena cadangan yang habis, tapi karena tambang-tambang liar yang makin masif di wilayah konsesi perusahaan. Masalah ini bukan baru. Dalam empat tahun terakhir, produksi bijih timah TINS tak pernah menyentuh target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Tahun 2022, dari target 45.000 ton, yang terealisasi hanya 20.079 ton. Setahun kemudian, capaian lebih buruk: hanya 14.855 ton dari target 29.000 ton. Tahun lalu, meski target dinaikkan ke 37.000 ton, realisasi tak sampai separuhnya, cuma 19.437 ton yang berhasil dikeruk.