Reli yang terjadi pada 2 Juni sempat memunculkan harapan bahwa tekanan pasca-rebalancing MSCI mulai mereda. Saat itu, TPIA berhasil ditutup menguat 6,44 persen ke level Rp1.900 meski investor asing masih mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp253,67 miliar. Kenaikan tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa pasar mulai menemukan pembeli baru yang bersedia menyerap saham yang dilepas investor global.
Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama. Pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, TPIA justru berbalik arah secara drastis. Saham ini dibuka di level Rp1.850, sempat menyentuh level tertinggi Rp1.895, sebelum tekanan jual semakin mendominasi hingga menyeret harga ke level terendah sekaligus penutupan di Rp1.615. Koreksi 15 persen dalam sehari itu tidak hanya menghapus seluruh kenaikan yang tercipta sehari sebelumnya, tetapi juga membawa harga kembali ke titik yang lebih rendah dibandingkan posisi awal saat reli mulai terbentuk.