KABARBURSA.COM — Di balik hegemoni timah yang selama ini menjadi napas utama PT Timah Tbk (TINS), sebuah "harta karun" yang selama puluhan tahun terabaikan kini resmi naik kasta. Kebijakan hilirisasi mineral kritis dari Presiden Prabowo Subianto telah memaksa TINS keluar dari zona nyaman komoditas siklikal. Raksasa pelat merah ini kini sedang membangun mesin pertumbuhan baru berupa pabrik pemurnian mineral monasit untuk mengekstraksi Logam Tanah Jarang (LTJ)—material vital yang menggerakkan segalanya, mulai dari motor kendaraan listrik hingga sistem navigasi militer canggih.
Laporan Investor Pro kali ini akan membedah secara mendalam bagaimana TINS bersiap mentransformasi dirinya dari sekadar produsen logam timah tradisional menjadi pionir pengolahan critical mineral yang digadang-gadang akan menjadi penantang dominasi China di rantai pasok teknologi tinggi dunia. Dengan laba bersih yang meledak mencapai Rp1,5 triliun di kuartal pertama 2026 dan serah terima aset smelter ilegal bernilai Rp7 triliun, kita akan mengupas apakah proyeksi komersialisasi penuh di tahun 2028 ini akan menjadi game changer.