PT Hero Global Investment Tbk (HGII) lahir dari aliran sungai yang dijanjikan jadi sumber energi bersih. Tapi di pasar modal, yang mengalir justru tanda tanya. Dua proyek PLTA dan PLTM senilai Rp1 triliun lebih belum masuk tahap jual beli listrik. Satu baru tercantum di RUPTL, satu lagi masih menunggu legalitas.
Namun di tengah ketidakpastian, direksi justru memborong 265.000 saham. Apakah ini sinyal akumulasi diam-diam? Apakah harga di bawah IPO saat ini justru membuka ruang akumulasi sebelum investor lain sadar?