KABARBURSA.COM – Setelah longsor lebih dari 70 persen dari puncak 2022, harga batu bara global akhirnya merayap mendatar di kisaran USD100-an per ton. Apakah ini sekadar jeda sebelum turun lebih dalam atau justru fondasi untuk fase super-cycle berikutnya? Laporan Monthly Insight edisi Juli menelaah persimpangan krusial ini, mulai dari grafik teknikal yang memberi sinyal bottoming, biaya produksi yang kian menekan margin, sampai dorongan hilirisasi yang bisa menukar “emas hitam” murah menjadi produk bernilai tinggi.
Di dalam laporan 30-halaman ini, redaksi membedah: