KABARBURSA.COM – Imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) bertahan di kisaran 4–4,5 persen, indeks dolar AS (DXY) menguat, sementara rupiah melemah dan arus dana asing mulai keluar dari pasar negara berkembang. Di saat yang sama, sektor infrastruktur yang padat modal justru menjadi salah satu yang paling sensitif terhadap tekanan suku bunga tinggi.
Di tengah kondisi tersebut, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatat penurunan pendapatan hingga 26,8 persen secara tahunan, dengan margin laba bersih hanya sekitar 1 persen dan utilisasi pabrik di kisaran 37 persen. Namun di sisi lain, perusahaan mulai masuk ke bisnis hunian modular dan memperluas ekspansi ke pasar internasional.