Makro 02 Oct 2025 Penulis: Pramirvan Datu Editor: Uslimin Usle

ADB Luncurkan Strategi Baru untuk Indonesia 2025–2029

CPS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan delapan misi prioritas pemerintah atau Asta Cita

Asian Development Bank (ADB) resmi memperkenalkan Country Partnership Strategy (CPS) terbaru bagi Indonesia untuk periode 2025–2029.

Kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.com
Kawasan perkantoran Sudirman, Jakarta Selatan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Asian Development Bank (ADB) resmi memperkenalkan Country Partnership Strategy (CPS) terbaru bagi Indonesia untuk periode 2025–2029. Strategi ini diarahkan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, tangguh, sekaligus berkelanjutan.

Direktur ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga, menegaskan bahwa CPS sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan delapan misi prioritas pemerintah atau Asta Cita. Selama lima tahun mendatang, ADB akan mengedepankan kemitraan strategis dan skema pembiayaan inovatif demi menarik modal swasta serta memperkuat pertumbuhan inklusif.

Terdapat tiga jalur utama dalam strategi baru ini. Pertama, investasi pada manusia. ADB akan mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja, layanan kesehatan dan gizi, serta penguatan sistem perlindungan sosial. Arah kebijakan ini ditujukan untuk memaksimalkan bonus demografi agar benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi.

Kedua, memperkuat daya saing ekonomi. Fokus utamanya pada penciptaan lapangan kerja berkualitas, perbaikan iklim usaha, dan penguatan fondasi fiskal. Di sisi lain, ADB berkomitmen memperdalam pasar keuangan, memperluas inklusi finansial, serta membiayai pembangunan infrastruktur transportasi, konektivitas antarpulau, hingga transformasi digital.

Ketiga, membangun ketangguhan dan keberlanjutan. Program ini menitikberatkan pada transisi energi bersih, pengembangan energi terbarukan, modernisasi jaringan listrik, sekaligus peningkatan ketahanan pangan dan air. Dukungan juga mencakup program makanan bergizi gratis, revitalisasi irigasi, serta penguatan rantai logistik pertanian.

Selain jalur utama tersebut, ADB juga menyoroti sejumlah prioritas lintas sektor, antara lain pemberdayaan perempuan, inklusi sosial, tata kelola kelembagaan, digitalisasi, dan integrasi regional.

Melalui strategi baru ini, ADB menegaskan komitmen jangka panjangnya: mendampingi Indonesia menuju pembangunan yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing di panggung global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
PR
Redaktur Pelaksana

Pramirvan Datu

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait