Makro 01 Sep 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Moh. Alpin Pulungan

Airlangga Klaim Ekonomi RI Tetap Kuat Meski Gejolak Politik

Menko Airlangga sebut ekonomi Indonesia tetap solid. Pemerintah siapkan stimulus Rp694 triliun dan berbagai program pemacu pertumbuhan di semester II 2025.

Airlangga: Ekonomi RI tetap solid di tengah gejolak sosial. Pemerintah siapkan strategi dan stimulus Rp694 triliun untuk dorong pertumbuhan hingga 5,2 persen.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (foto: KabarBursa.com/Hutama Prayoga)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (foto: KabarBursa.com/Hutama Prayoga)

KABARBURSA.COM - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto angkat bicara mengenai prospek ekonomi Indonesia di tengah aksi penyampaian pendapat beberapa hari terakhir. 

Airlangga mengklaim, Indonesia memiliki fundamental yang solid di tengah dinamika sosial politik saat ini. Ia menyatakan pemerintah yakin dampak dari kondisi ini hanya bersifat jangka pendek. 

"Pemerintah terus mendorong optimisme untuk jangka menengah dan jangka panjang," ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 1 September 2025.

Airlangga menyebut, pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5 hingga 5,2 persen. Seperti, kenaikan investasi diharapkan bisa mencapai Rp900 triliun di semester II 2025.

"Kita lihat semester ke-2 ini kenaikan barang import 32,5 persen, capex dan belanja modal pemerintah di semester ke-1 sebesar 17,94 persen dan stimulus ekonomi yang digelontorkan di semester ke-1 kemarin besarnya Rp61 triliun," ungkapnya. 

Lebih jauh, menteri berusia 62 tahun itu menegaskan jika pemerintah memiliki sejumlah stimulus yang akan didorong pada semester II 2025. Menurutnya, realisasi belanja di semester II bisa mencapai 25 persen atau Rp694 triliun. 

"Dan harapannya ini juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan," katanya. 

Airlangga juga berbicara mengenai program untuk mendorong daya beli dan konsumsi, salah satunya ialah mempercepat implementasi kredit investasi padat karya untuk revitalisasi mesin produksi. 

Di sektor perumahan, program FLPP akan ditingkatkan dari 220 ribu menjadi 350 ribu rumah, implementasi kredit program perumahan, dan melanjutkan PPN DTP pembelian rumah 100 persen di semester II 2025.

"Kemudian ada bantuan stimulan perumahan swadaya menyasar 41 ribu rumah, program BPJS tenaga kerja terutama untuk para pekerja, dan kredit usaha rakyat khusus untuk sektor perumahan di mana kredit itu juga akan mendorong sekitar pembangunan 450.000 rumah besarnya di atas Rp130 triliun," jelasnya. 

Selain itu, ada juga akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 17 ribu SPPG dan 51 juta penerima di September 2025 yang akan menjadi 25 ribu SPPG dan 75 juta penerima di November 2025.

"Semua program ini dirancang untuk menggerakkan ekonomi rakyat secara langsung sambil menjaga momentum konsumsi domestik yang menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi kita," pungkas Airlangga.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait