Makro 07 May 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

AS-Iran Makin Dekat Damai, Rupiah Langsung Rebound ke Level Rp17.333

Harapan meredanya konflik Timur Tengah dan potensi pembukaan kembali Selat Hormuz mulai mendorong penguatan rupiah terhadap dolar AS

Rupiah ditutup menguat ke Rp17.333 per dolar AS di tengah harapan perdamaian AS-Iran dan potensi meredanya konflik Timur Tengah

Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)
Mata uang rupiah (Foto: Dok. KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 54 poin ke level Rp17.333 pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026.

Penguatan ini terjadi di tengah potensi berakhirnya perang di Timur Tengah (Timteng). Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan Iran telah meninjau proposal perdamaian yang diberikan AS.

"Sambil membiarkan tuntutan utama AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz tetap belum terselesaikan," ujar dia dalam keterangannya.

Ibrahim menyebut Presiden AS, Donald Trump percaya Iran menginginkan kesepakatan. Sumber mediasi Pakistan dan orang lain yang diberi informasi tentang pembicaraan itu mengatakan bahwa kesepakatan hampir tercapai mengenai memorandum satu halaman yang secara resmi akan mengakhiri konflik.

Media AS, Axios, melaporkan bahwa AS mengharapkan tanggapan Iran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan. Diklaim, ini adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai kedua pihak sejak perang dimulai.

Ibrahim menambahkan fokus pasar saat ini akan tertuju pada Klaim pengangguran Awal dan pidato-pidato dari para pejabat Federal Reserve atau The Fed.

"Para pedagang juga bersiap untuk data laporan ketenagakerjaan AS untuk bulan April yang akan dirilis besok hari Jumat, karena hal itu dapat menentukan langkah Fed selanjutnya terkait kebijakan suku bunga," jelas dia.

Adapun untuk perdagangan besok, Jumat, 7 Mei 2026, mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.300- Rp17.340. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait