Makro 02 Dec 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Awal Desember Saham Eropa Langsung Merah, Sinyal Apa?

Perdagangan awal bulan kembali memunculkan tanda tanya besar bagi pelaku pasar, dengan sejumlah sektor yang tiba-tiba bergerak berlawanan arah dari ekspektasi.

Saham Eropa melemah pada awal Desember di tengah perubahan sentimen pasar yang kembali menekan indeks utama.

Ilustrasi: Mata uang Euro dengan latar belakang layar monitor yang menampilkan candlestick. (Foto: Pexels/Jakub Zerdzicki)
Ilustrasi: Mata uang Euro dengan latar belakang layar monitor yang menampilkan candlestick. (Foto: Pexels/Jakub Zerdzicki)

KABARBURSA.COM – Saham-saham Eropa ditutup melemah pada Senin, 1 Desember 2025, dipengaruhi oleh sektor pertahanan dan industri yang melemah, terutama penurunan tajam Airbus, sehingga menekan indeks utama. Pelemahan ini menandai awal bulan yang berjalan hati-hati setelah kenaikan pada November.

Indeks Stoxx 600 pan-Eropa turun 0,2 persen ke 575,27 pada penutupan, setelah mencatat kenaikan lima bulan berturut-turut pada November. Sebagian besar bursa regional utama juga bergerak negatif.

Dalam komponen Stoxx 600, sektor industri menjadi pemberat terbesar dengan penurunan 1,2 persen. Airbus turun 5,7 persen, menjadi koreksi harian terdalam sejak 7 April.

Produsen pesawat tersebut mengungkapkan adanya masalah kualitas industri yang memengaruhi panel logam pada sejumlah terbatas pesawat keluarga A320. Pernyataan ini disampaikan setelah penarikan pesawat yang dilakukan pada akhir pekan.

Thales, yang memproduksi komputer penerbangan untuk pesawat yang terdampak, turun 2,2 persen.

Saham pertahanan melemah 3,2 persen karena investor mengurangi eksposur terhadap sektor tersebut seiring adanya kemajuan menuju potensi kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Pejabat AS dan Ukraina menggelar pembicaraan yang disebut produktif pada Minggu mengenai kemungkinan kesepakatan damai Rusia dan Ukraina. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan optimisme hati-hati meski masih terdapat hambatan besar untuk mengakhiri perang yang hampir berlangsung empat tahun.

Produsen senjata Jerman seperti Rheinmetall, Hensoldt, dan Renk turun antara 2,2 hingga 4,7 persen dan membebani Stoxx 600. Penurunan ini juga menyeret indeks acuan Jerman, DAX, turun 1 persen.

"Ini mungkin kurang terkait prospek perang Rusia dan Ukraina yang masih tidak pasti, dan lebih kepada investor yang melihat sektor dengan kinerja kuat sepanjang tahun lalu kemudian memutuskan mengambil keuntungan," kata Richard Flax, Chief Investment Officer Moneyfarm.

Investor melakukan aksi ambil untung pada Senin seiring kurangnya katalis baru, sambil menilai rilis data ekonomi AS serta tren belanja liburan setelah Black Friday dan Cyber Monday.

Pasar juga menantikan pidato penting Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang dijadwalkan malam hari, untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan bank sentral bulan ini.

"Hampir pasti The Fed akan melanjutkan langkah pemangkasan. Pertanyaannya adalah apa langkah berikutnya. Apakah akan ada nada hawkish yang disampaikan setelah pemangkasan. Jika ya, reli pemulihan yang terjadi pekan lalu bisa cepat melambat," kata Fiona Cincotta, analis senior City Index.

Meningkatnya keyakinan pada pemangkasan suku bunga AS pada Desember, meredanya kekhawatiran gelembung AI, dan kemajuan menuju gencatan senjata Rusia dan Ukraina membantu meningkatkan sentimen risiko global pekan lalu dan mendorong pemulihan pasar Eropa.

Di sisi lain, sektor barang mewah Eropa mencatat kinerja terbaik dengan kenaikan 1,2 persen. Deutsche Bank menilai sektor ini berada dalam posisi baik untuk percepatan pertumbuhan sepanjang 2026.

Di antara saham lainnya, perusahaan tambang Fresnillo yang terdaftar di London melonjak 7 persen setelah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.

Platform perdagangan daring Inggris Plus500 naik 6,5 persen setelah ditunjuk sebagai mitra kliring untuk platform kontrak berbasis peristiwa terbaru milik CME Group dan FanDuel. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait