Makro 21 Oct 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Babcock dan Rolls-Royce Dongkrak Bursa Saham London

Namun, saham pengembang properti Inggris melemah akibat harga rumah stagnan dan penurunan saham B&M.

Indeks FTSE 100 naik 0,6 persen pada Senin, dipimpin saham pertahanan dan pertambangan setelah meredanya ketegangan dagang global.

Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)
Ilustrasi: Layar menampilkan FTSE 100 di saham Inggris. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM Bursa saham London menguat pada perdagangan Senin, 20 Oktober 2025, dipimpin kenaikan saham sektor pertahanan dan pertambangan. 

Meredanya ketegangan dagang global mendorong minat risiko investor, meski saham pengembang properti melemah setelah survei menunjukkan harga rumah stagnan.

Indeks utama FTSE 100 naik 0,6 persen ke 9.412,71 poin setelah sehari sebelumnya turun 0,9 persen. Sementara itu, indeks FTSE 250 yang berfokus pada saham menengah naik 0,4 persen.

Sentimen global membaik seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap stabilitas bank regional di AS. Fokus pasar kini beralih pada laporan laba emiten dan data inflasi yang akan dirilis pekan ini.

Indeks saham sektor dirgantara dan pertahanan Inggris naik 2 persen, mengikuti penguatan di pasar Eropa. Saham Babcock melonjak 2,3 persen, sedangkan Rolls-Royce naik 2,6 persen, keduanya termasuk top performer di FTSE 100.

Sektor penambang logam mulia juga menguat 1,5 persen, seiring kenaikan harga emas di pasar global. Di sisi lain, indeks sektor perbankan naik 0,7 persen setelah pulih dari tekanan pekan lalu yang dipicu kekhawatiran terhadap kualitas kredit bank regional AS.

Namun, sektor properti justru tertekan. Indeks pengembang perumahan turun 1,2 persen, dipimpin penurunan saham Persimmon sebesar 1,5 persen. 

Data dari situs properti Rightmove menunjukkan harga jual rumah di Inggris hanya naik 0,3 persen dalam empat minggu hingga 11 Oktober, lebih rendah dari rata-rata musiman. Biasanya, harga rumah di Inggris meningkat pada musim gugur sebelum melambat menjelang Natal.

Saham ritel juga tertekan. Indeks sektor ritel ditutup turun hampir 1,5 persen setelah saham B&M anjlok sekitar 22 persen, penurunan harian terburuk dalam sejarah perusahaan. 

Diskon retailer itu memangkas proyeksi laba tahunannya akibat kesalahan pencatatan akuntansi dan mengumumkan pengunduran diri CFO Mike Schmidt.

Sementara itu, saham Secure Trust Bank turun 2,3 persen setelah perusahaan menyatakan akan menambah provisi sekitar 16 juta poundsterling menjadi total 21 juta poundsterling untuk mengganti kerugian pelanggan akibat skandal penjualan produk pembiayaan kendaraan secara keliru. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait