Makro 12 May 2026 Penulis: Gusti Ridani Editor: Uslimin Usle

Bahlil Ungkap Strategi Pertamina Berburu Minyak Murah dari Berbagai Negara

Mengandalkan satu sumber pasokan sangat berisiko bagi stabilitas dalam negeri.

Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) terus memperluas jangkauan perburuan minyak mentah (crude oil) ke pasar global.

Bahlil Ungkap Strategi Pertamina Berburu Minyak Murah dari Berbagai Negara. Foto: Gusti/KabarBursa.com
Bahlil Ungkap Strategi Pertamina Berburu Minyak Murah dari Berbagai Negara. Foto: Gusti/KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) terus memperluas jangkauan perburuan minyak mentah (crude oil) ke pasar global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia tidak ingin terjebak pada ketergantungan pasokan dari satu negara tertentu, sehingga strategi "jemput bola" ini dilakukan untuk mengamankan pasokan energi nasional dengan harga yang paling kompetitif.

Aksi korporasi Pertamina yang baru-baru ini menyasar Amerika Serikat, disebut hanya sebagian kecil dari peta jalan besar pencarian sumber energi primer. Indonesia kini tengah memantau potensi pasokan dari berbagai kawasan, mulai dari Afrika hingga Rusia.

"Kita ini kan mencari sumber-sumber crude di hampir seluruh dunia. Tidak hanya di Amerika, di Angola, di Nigeria, di Afrika, di Rusia, kita mencari semuanya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin 11 Mei 2026.

Mantan Menteri Investasi itu menjelaskan bahwa strategi diversifikasi pemasok ini sangat krusial. Menurutnya, mengandalkan satu sumber pasokan sangat berisiko bagi stabilitas dalam negeri, terutama jika negara pemasok tersebut sedang dilanda konflik atau masalah internal.

Bahlil mengaku sudah menerima laporan terkait perkembangan perburuan minyak tersebut. Ia menekankan bahwa dalam proses ini, pemerintah mengedepankan prinsip efisiensi agar harga BBM di dalam negeri tetap terkendali.

"Ya namanya hukum permintaan dan penawaran. Ada produk, ada market. Saya harus mencari banyak produk kan? Habis itu kita lihat mana harga yang paling efisien," jelasnya.

Ia menambahkan, pemilihan mitra pemasok akan sangat bergantung pada angka yang paling kompetitif. "Harga yang paling efisien kita ambil supaya apa? Harga di dalam negeri kompetitif," tambahnya.

Di sisi lain, Bahlil juga memberikan respons singkat terkait perkembangan kapal milik Pertamina yang sempat mengalami kendala di Selat Hormuz. Meski tidak merinci detail teknis, ia memastikan komunikasi diplomatik yang dilakukan melalui Kementerian Luar Negeri masih menunjukkan sinyal baik.

"Masih positif ya (perkembangannya). Makasih ya!" tutup Bahlil.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
GU
Jurnalis Madya

Gusti Ridani

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait