Makro 19 Jun 2025 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Syahrianto

BEI Tengah Godok Perpanjangan Jam Perdagangan

BEI tengah mengkaji perpanjangan jam perdagangan dan kemungkinan tiga sesi, merespons pertumbuhan investor luar Jawa dan dinamika pasar global.

BEI pertimbangkan perpanjangan jam perdagangan saham hingga tiga sesi. Kajian dilakukan menyusul pergeseran investor dan referensi bursa global.

BEI, perpanjangan jam perdagangan, jam perdagangan saham, sesi perdagangan bursa, investor saham, bursa efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, Iman Rachman, tiga sesi bursa, investor luar Jawa. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.
BEI, perpanjangan jam perdagangan, jam perdagangan saham, sesi perdagangan bursa, investor saham, bursa efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, Iman Rachman, tiga sesi bursa, investor luar Jawa. Foto: KabarBursa/Abbas Sandji.

Daftar Isi

  1. 01 Bos BEI Tertarik Perdagangan Dibuka Tiga Sesi

KABARBURSA.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menggodok perpanjangan jam perdagangan saham di Indonesia. Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan saat ini pihaknya sedang mengkaji guna memperhatikan beberapa hal dalam mengubah jam perdagangan.

Pertama, Jeffrey menyebut BEI sedang melakukan pendalaman pasar baik dari sisi demand maupun supply. Hal ini dilakukan semakin meningkatnya pertumbuhan investor lokal di luar pulau Jawa.

"Investor lokal kalau kita lihat pertumbuhannya dalam tiga tahun terakhir sudah ada pergeseran," ujar dia kepada media di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis, 19 Juni 2025.

Jeffrey menjelaskan beberapa waktu lalu 70 persen investor BEI terdapat di pulau Jawa. Namun dalam tiga tahun terakhir, kata dia, investor BEI di pulau Jawa berkisar 67-68 persen.

"Artinya pertumbuhan yang di luar Pulau Jawa itu kan lebih cepat dan sebagian dari investor retail kita ada di Waktu Indonesia Tengah dan Timur. Ini juga harus kami perhatikan," jelasnya.

Di sisi lain, lanjut Jeffrey, pihaknya juga harus tetap menjaga daya kompetisi bursa sebelum memperpanjang jam perdagangan. Dalam hal ini, ia menyatakan BEI bakal berkaca dari bursa-bursa global, salah satunya Amerika Serikat.

Jeffrey mengatakan BEI sudah memiliki sejumlah opsi dalam memperpanjang jam perdagangan saham. Seperti, pukul 08:00- 16:00 WIB, 09:00-17:00 WIB, atau 08:00-17:00 WIB.

Namun begitu, ia mengatakan BEI belum bisa memutuskan terkait jadwal perubahan jam perdagangan karena masih harus mengkaji lebih dalam.

"Apakah itu (perpanjangan jam perdagangan) akan ditetapkan atau tidak dan kalau pun akan ditetapkan, waktunya kapan ini tergantung pada hasil kajian," pungkasnya.

Bos BEI Tertarik Perdagangan Dibuka Tiga Sesi

Direktur Utama BEI Iman Rachman sebelumnya mengaku tertarik perdagangan bursa dibuka tiga sesi dalam sehari.

Hal tersebut disampaikan Iman ketika ditanya mengenai efek banyaknya libur di Indonesia terhadap perdagangan di bursa. Ia menyebut, pihaknya saat ini masih mengkaji terkait dibukanya tiga sesi perdagangan.

"Sekarang kan di New York juga sudah 24 jam. Kami pasti akan pelajari, kami akan lihat marketnya dan akan berdiskusi," kata Iman saat ditemui di gedung BEI, Jakarta, Jumat, 23 Mei 2025.

Iman mengatakan, implementasi tiga sesi perdagangan tidak bisa diambil secara terburu-buru. Sebab, pihaknya akan melihat dulu keuntungan yang bisa diambil dari cara tersebut.

Namun begitu, Iman menyatakan BEI akan selalu terbuka terhadap masukan-masukan, terutama dari para pelaku pasar.

"Kami kan terbuka (terhadap masukan), sama seperti waktu dari jam 15:00, kami ubah ke jam 16:00 lagi setelah Covid. Itu kan perlu masukkan, jadi kami gak boleh terburu-buru untuk itu," ungkapnya.

Seperti diketahui, perdagangan BEI kini dibuka dua sesi yakni pukul 09:00 - 12:00 WIB dan 13:30 - 16:00 WIB (Senin - Kamis). Sementara khusus hari Jumat yakni 09:00 - 11:30 WIB dan 14:00 - 16:00 WIB.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait