Makro 08 Jan 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Tim Editorial

BI: Uang Premier Tumbuh 16,8 Persen pada Desember 2025

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 13,3 persen (yoy)

Bank Indonesia (BI) menyampaikan uang primer (M0) adjusted pada Desember 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 16,8 persen year on year (yoy).

Kantor Bank Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com
Kantor Bank Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) menyampaikan uang primer (M0) adjusted pada Desember 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 16,8 persen year on year (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 13,3 persen (yoy) sehingga tercatat sebesar Rp2.367,8 triliun.

"Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 35,1 persen (yoy) dan uang kartal yang diedarkan sebesar 12,9 persen (yoy),' ujar dia dalam keterangannya dikutip, Kamis, 8 Januari 2026.

Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, Ramdan menyebut pertumbuhan M0 Adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

Cadangan Devisa per Desember 2025 Meningkat

Di sisi lain, Ramdan menyampaikan jika posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2025 sebesar USD156,5 miliar, meningkat dibandingkan posisi pada akhir November 2025 sebesar USD150,1 miliar.

"Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut terutama bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, serta penarikan pinjaman pemerintah," ujar dia.

Ramdan menjelaskan, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2025 setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ungkapnya.

Ke depan, kata Ramdan, BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing yang diprakirakan terus berlanjut sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.," pungkasnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait