Makro 27 Feb 2026 Penulis: Moh. Alpin Pulungan Editor: Syahrianto

Big Push Prabowo Perlu Penyangga Sosial agar Tak Picu Ketimpangan

Survei ahli menempatkan Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, dan lumbung pangan sebagai penyeimbang percepatan pertumbuhan ekonomi.

Survei Adidaya Institute menyebut program stabilisator sosial penting menjaga pertumbuhan ekonomi Prabowo agar tidak memicu inflasi dan ketimpangan.

Survei Adidaya Institute menyebut program stabilisator sosial penting menjaga pertumbuhan ekonomi Prabowo agar tidak memicu inflasi dan ketimpangan. Foto: IG @presidenrepublikindonesia
Survei Adidaya Institute menyebut program stabilisator sosial penting menjaga pertumbuhan ekonomi Prabowo agar tidak memicu inflasi dan ketimpangan. Foto: IG @presidenrepublikindonesia

Daftar Isi

  1. 01 Peran Ganda Makan Bergizi Gratis

KABARBURSA.COM — Dorongan percepatan pertumbuhan ekonomi melalui program besar pemerintahan Prabowo Subianto dinilai tidak bisa berjalan sendiri. Hasil survei Adidaya Institute menempatkan program stabilisator sosial sebagai penyangga utama agar ekspansi ekonomi tidak memicu tekanan baru di masyarakat.

Dalam pemetaan delapan program unggulan, Sekolah Rakyat, cek kesehatan gratis, dan lumbung pangan masuk dalam kelompok stabilisator. Program-program ini dinilai berfungsi menjaga daya tahan sosial ketika pemerintah menjalankan agenda pertumbuhan secara serentak melalui skema Big Bang dan Big Push.

“Program seperti Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis dan Lumbung Pangan bukan sekedar bantuan, tetapi penyangga utama agar masyarakat tetap kuat saat ekonomi dipacu. Tanpa stabilitas sosial, pertumbuhan ekonomi yang terlalu cepat bisa memicu tekanan harga, ketimpangan dan keresahan di masyarakat bawah,” kata Ekonom Adidaya Institute, Bramastyo B. Prastowo, Jumat, 27 Februari 2026.

Survei yang melibatkan 72 responden ahli tersebut menempatkan stabilisator sosial sebagai faktor yang menentukan keberlanjutan pertumbuhan. Program ini tidak hanya menjaga konsumsi masyarakat, tetapi juga mempertahankan tingkat kepercayaan publik di tengah perubahan ekonomi yang cepat.

Menurut Bram, program stabilisator tidak bisa diperlakukan sebagai pengeluaran jangka pendek. Keberhasilannya justru diukur dari dampak jangka panjang, seperti peningkatan literasi, perbaikan kualitas kesehatan, dan terkendalinya harga pangan.

“Program stabilitator sosial ini harus dinilai dari dampaknya, dan bukan dari besarannya. Jika Big Push adalah mesin akselerasi, maka program stabiliator sosial adalah sistem pengerem dan penyeimbangnya. Tanpa penyeimbang, mesin pertumbuhan ekonomi bisa kehilangan kendali. Karena itu, pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial harus berjalan bersamaan,” tutur doktor ekonomi tersebut.

Dalam kerangka itu, stabilitas sosial menjadi prasyarat agar pertumbuhan ekonomi tidak menimbulkan efek samping berupa inflasi yang tidak terkendali atau pelebaran kesenjangan.

Peran Ganda Makan Bergizi Gratis

Program Makan Bergizi Gratis ditempatkan sebagai stabilisator karena berfungsi sebagai redistribusi ekonomi langsung kepada masyarakat. Namun program ini juga dinilai memiliki potensi sebagai mesin pertumbuhan jika terhubung dengan sistem produksi nasional. Sebagai stabilisator, program tersebut menciptakan permintaan pangan yang stabil. Sementara dalam jangka panjang, peningkatan kualitas gizi disebut akan berdampak pada produktivitas sumber daya manusia.

“Hanya saja kritik-kritik publik terhadap pelaksanaan program MBG ini sebaiknya diterima secara terbuka oleh lembaga pengampu MBG yaitu BGN (Badan Gizi Nasional), sehingga bisa meminimalisir potensial lost (kemubaziran), perbaikan kualitas dan kuantitas menu makanaan, dan kontrol kualitas yang ketat,” ujarnya.

Pemetaan program dalam survei tersebut memperlihatkan bahwa percepatan ekonomi membutuhkan keseimbangan antara ekspansi produksi dan perlindungan sosial. Tanpa penyangga yang kuat, pertumbuhan yang terlalu cepat justru berisiko menekan kelompok masyarakat rentan.

Karena itu, pelaksanaan program stabilisator dinilai tidak bisa setengah-setengah. Pemerintah perlu menyiapkan pembiayaan jangka panjang dan indikator keberhasilan yang terukur agar fungsi penyeimbang benar-benar berjalan. Dengan demikian, agenda pertumbuhan tidak hanya diukur dari besarnya proyek yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuan menjaga stabilitas sosial di tengah perubahan ekonomi yang dipercepat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
MO
Ass. Redaktur

Moh. Alpin Pulungan

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait