Makro 01 Jul 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

BRI Fokuskan Langkah Transformasi di Seluruh Aspek

BRI fokus jalankan BRIvolution 3.0 di tengah koreksi saham, tetap jaga fundamental kuat, layanan prima, dan dukung penegakan hukum kasus dugaan korupsi EDC.

Transformasi BRI berlanjut lewat BRIvolution 3.0, meski saham terkoreksi tipis. Manajemen pastikan operasional dan layanan tetap aman di tengah proses hukum.

Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Foto: Istimewa)
Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (Foto: Istimewa)

Daftar Isi

  1. 01 Saham BBRI Terkoreksi, Bukan Panik

KABARBURSA.COMManajemen baru PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus fokus menjalankan transformasi yang telah dicanangkan (BRIvolution 3.0) di seluruh aspek operasional dan bisnis, sehingga membawa BRI lebih baik lagi di masa depan untuk mendukung terwujudnya Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, dalam hal transformasi, pihaknya fokus melakukan penguatan pada aspek bisnis, tata kelola dan manajemen risiko, serta operasional. Hal ini dilakukan dalam semangat BRIvolution 3.0 untuk menjadi “The Most Trusted Lifetime Financial Partner for Sustainable Growth” pada tahun 2029 serta sejalan dengan koridor Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.

“Kami tetap fokus pada penguatan fundamental baik dari sisi pendanaan, penyaluran kredit yang berkualitas, peningkatan kapabilitas digital, penerapan manajemen risiko yang memadai hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM),” ujarnya.

Lebih lanjut, Hery menegaskan, sebagai bank milik negara dan rakyat Indonesia, BRI mengemban amanat untuk senantiasa memberikan manfaat yang terbaik dengan bertumbuh berkelanjutan. 

Oleh karena itu, pihaknya menjalankan stategi transformasi sebagai dari komitmen BRI untuk tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan inklusif, sekaligus menjawab tantangan dan peluang di seluruh segmen pasar.

Dia menambahkan, pihaknya senantiasa menghormati langkah penegak hukum, dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini tengah mengusut terkait dugaan pengadaan di periode 2020 – 2024, dalam upaya menegakkan hukum dan memberantas korupsi.

Sebagai perusahaan BUMN, lanjutnya, BRI akan selalu comply (mematuhi regulasi) yang ditetapkan oleh pemerintah dan regulator dengan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

“Kami sepenuhnya juga mendukung penegakan hukum oleh pihak berwenang sesuai perundang-undangan yang berlaku dan akan selalu terbuka untuk bekerja sama. Kami akan terus menjaga seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan Standar Operasional Perusahaan, prinsip GCG, serta peraturan dan perundangan yang berlaku,” tegas Hery.

Sehubungan dengan proses penegakan hukum yang sedang dijalankan oleh KPK dengan mengusut adanya dugaan korupsi pengadaan mesin Electronic Data Capture (EDC), Hery menegaskan bahwa pihaknya tetap memastikan bahwa seluruh operasional dan pelayanan BRI kepada nasabah tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Kami memastikan bahwa proses penegakan hukum yang dijalankan KPK tersebut tidak berdampak terhadap operasional dan layanan BRI, dan nasabah dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman,” tutupnya.

Saham BBRI Terkoreksi, Bukan Panik

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI menutup perdagangan Selasa. 1 Juli 2025 dengan koreksi ringan. Harga ditutup turun 40 poin atau setara 1,07 persen ke level Rp3.700 per saham. Volume perdagangan tercatat 212,37 juta lembar, sedikit di bawah rerata harian 237,19 juta.

Penurunan ini mungkin tak mengagetkan pelaku pasar yang telah mengikuti dinamika saham BRI dalam beberapa bulan terakhir. Setelah menguat stabil sejak awal tahun, koreksi seperti ini dinilai wajar. Sebuah jeda setelah reli panjang yang memang sudah waktunya mendingin.

Kendati turun, pergerakan hari ini belum mengindikasikan sinyal bahaya. Tekanan jual memang terlihat lebih tinggi dari biasanya, namun pelaku pasar cenderung menginterpretasikannya sebagai aksi ambil untung yang sehat. 

Level Rp3.700 sendiri masih berada di zona aman, walau ada catatan, jika dalam beberapa hari ke depan BBRI melemah menembus Rp3.680, maka risiko koreksi lanjutan menuju kisaran Rp3.620–3.650 bisa muncul.

Namun, hingga saat ini, tidak terlihat gejolak fundamental atau sentimen negatif besar yang menghantui. Sebaliknya, laporan kinerja BRI konsisten menunjukkan pertumbuhan kredit dan perolehan laba yang solid. 

Strategi perusahaan di sektor mikro dan UMKM juga terus berjalan, menyusul perluasan inklusi keuangan dan transformasi digital yang agresif dalam dua tahun terakhir.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait