Makro 27 Nov 2025 Penulis: Yunila Wati Editor: Pramirvan Datu

Bursa Asia Dibuka Menguat: Dua Katalis Jadi Penentu Pergerakan Hari ini

Bursa Asia menguat dipimpin saham teknologi Jepang, sementara pasar menanti keputusan suku bunga Korea Selatan dan rilis laba industri China hari ini.

Bursa Asia dibuka menguat, didorong rebound teknologi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, sambil menunggu keputusan BoK dan data industri China.

Ilustrasi suasana di bursa saham Asia. (Foto: Adobe Stock)
Ilustrasi suasana di bursa saham Asia. (Foto: Adobe Stock)

Daftar Isi

  1. 01 Menanti Keputusan BoK dan Laba Industri China

KABARBURSA.COM - Bursa saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi, 27 November 2025. Ada dua katalis yang sedang dinanti-nanti pasar, dan menjadi penentu pergerakan bursa sepanjang hari ini.

Penguatan bursa Asia juga melanjutkan gelombang optimisme yang sebelumnya mengangkat indeks-indeks utama di Eropa dan Wall Street. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin kuat setelah rilis data ekonomi AS. 

Sentimen tersebut menghidupkan kembali minat risiko investor sekaligus mendorong saham-saham teknologi melakukan rebound.

Di Jepang, saham-saham yang terkait kecerdasan buatan memimpin penguatan sejak pembukaan. Advantest melesat lebih dari 4 persen, SoftBank melonjak lebih dari 5 persen, dan Tokyo Electron naik 2,09 persen. 

Kinerja impresif sektor ini tidak lepas dari katalis global berupa lonjakan saham teknologi AS dan meningkatnya keyakinan bahwa biaya modal akan segera turun jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunga pada Desember.

Menanti Keputusan BoK dan Laba Industri China

Investor Asia juga menantikan dua rilis penting hari ini, yaitu keputusan suku bunga Bank of Korea yang diperkirakan tetap bertahan di 2,5 persen, serta data laba industri China untuk periode Januari–Oktober yang akan menjadi barometer kesehatan sektor manufaktur Negeri Tirai Bambu.

Di Australia, indeks ASX 200 dibuka menguat 0,42 persen dan berlanjut naik ke 0,43 persen atau 37,40 poin menjadi 8.643,90 pada pukul 08:15 WIB. Korea Selatan juga mencatat pembukaan yang kuat. 

Kospi dibuka menguat 1,05 persen dan mempercepat penguatan menjadi 1,42 persen ke 4.016,99, sementara Kosdaq naik 0,39 persen. Jepang tidak ketinggalan; Nikkei 225 melonjak 1,37 persen ke 50.236,25 setelah sempat dibuka naik 0,85 persen, dan Topix menguat 0,64 persen.

Dari dalam negeri, IHSG diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren kenaikan setelah menutup sesi kemarin dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.602, atau naik sebesar 0,94 persen. 

Namun, potensi tekanan profit taking dan aksi jual asing tetap menjadi risiko yang membayangi. Harga ETF Indonesia, iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), ikut menguat 0,64 persen di New York. Penguatan ini memberikan sinyal positif tambahan terkait minat investor global terhadap aset Indonesia.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase penguatan lanjutan. Posisi indeks yang mampu bertahan di atas MA5 dan MA20 memperlihatkan struktur tren yang masih sehat. 

Resistance terdekat berada di sekitar 8.650, sementara support berada di kisaran 8.550. Sejumlah analis memproyeksikan peluang IHSG untuk terus bergerak naik selama sentimen eksternal tetap kondusif.

Analis Indo Premier mencatat bahwa IHSG telah mencatatkan kenaikan 24,2 persen sepanjang semester kedua tahun ini. Hal ini menjadi sebuah lonjakan yang melampaui rebound pada era pandemi dan hampir menyamai pemulihan tajam pasca-krisis keuangan global. 

Dengan pola musiman yang menjadikan Desember sebagai bulan terbaik dalam setahun, peluang untuk melanjutkan reli menuju target 9.000 dinilai semakin terbuka.

Kombinasi sinyal dovish The Fed, rebound sektor teknologi global, performa kuat indeks regional, dan fundamental pasar domestik yang stabil menjadikan bursa Asia bergerak dinamis ke zona hijau. Namun volatilitas tetap perlu diwaspadai, terutama menjelang rilis data ekonomi dan keputusan bank sentral di kawasan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait