Makro 05 Aug 2025 Penulis: Syahrianto Editor: Yunila Wati

Bursa Asia-Pasifik Naik, OPEC+ dan Tarif AS Jadi Fokus

Bursa Asia menguat di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, lonjakan saham Thai Airways, dan imbal hasil JGB yang menurun.

Saham Asia-Pasifik menguat saat investor mencermati tarif AS, data tenaga kerja, produksi OPEC+, dan kembalinya perdagangan saham Thai Airways.

Layar pantau saham di pusat main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 21 Maret 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)
Layar pantau saham di pusat main hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 21 Maret 2025. (Foto: Dok. KabarBursa)

Daftar Isi

  1. 01 Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang Turun Jelang Lelang
  2. 02 Saham Thai Airways Meroket Lebih dari 230 Persen Setelah Perdagangan Dibuka Kembali
  3. 03 Saham India Menguat pada Awal Perdagangan

KABARBURSA.COM – Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik ditutup menguat pada Senin, 4 Agustus 2025, seiring investor mencermati putaran tarif baru Amerika Serikat (AS) serta data ketenagakerjaan terbaru yang sempat menekan Wall Street pada Jumat lalu dan meningkatkan spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan.

Investor juga memantau pergerakan harga minyak global setelah OPEC+ mengumumkan serangkaian kenaikan produksi dalam jumlah besar.

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,92 persen dan ditutup di level 24.732,55. Di daratan utama China, indeks CSI 300 menguat 0,39 persen ke posisi 4.070,70.

Sementara itu, indeks acuan Nikkei 225 Jepang ditutup melemah 1,25 persen ke level 40.290,70. Indeks Topix yang lebih luas juga turun 1,10 persen ke 2.916,20.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,91 persen ke 3.147,75, sedangkan indeks Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil naik 1,46 persen ke level 784,06.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Australia ditutup mendatar di 8.663,70.

Di India, indeks benchmark Nifty 50 naik 0,49 persen, sedangkan BSE Sensex menguat 0,42 persen pada pukul 13.40 waktu setempat.

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang Turun Jelang Lelang

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) sebagian besar turun pada Senin menjelang lelang obligasi tenor 10 tahun pada Selasa, dipicu kekhawatiran permintaan setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.

Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun turun 4,7 basis poin menjadi 1,506 persen, sedangkan obligasi 5 tahun turun 5,8 basis poin ke 1,026 persen.

Sementara itu, imbal hasil obligasi 20 tahun turun tipis menjadi 2,554 persen. Imbal hasil obligasi 30 tahun justru naik tipis lebih dari 1 basis poin ke level 3,119 persen.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik hampir 3 basis poin menjadi 4,2493 persen pada pukul 16.00 waktu Singapura.

Saham Thai Airways Meroket Lebih dari 230 Persen Setelah Perdagangan Dibuka Kembali

Saham Thai Airways International melonjak hingga 231,33 persen setelah perdagangan sahamnya kembali dibuka pada Senin, usai lebih dari empat tahun disuspensi.

Pada pukul 12:55 waktu setempat, saham Thai Airways masih mencatat kenaikan sebesar 186,14 persen dan diperdagangkan di level 9,50.

Menurut data LSEG, terakhir kali saham maskapai nasional Thailand ini diperdagangkan di Bursa Efek Thailand adalah pada 17 Mei 2021. Perdagangan dihentikan setelah Thai Airways menjalani proses restrukturisasi perlindungan kebangkrutan sejak awal pandemi pada 2020.

Saham India Menguat pada Awal Perdagangan

Saham-saham India dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi.

Indeks benchmark Nifty 50 tercatat naik 0,35 persen, sedangkan indeks BSE Sensex menguat 0,23 persen pada pukul 09.36 waktu setempat. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
SY
Ass. Redaktur

Syahrianto

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait