Makro 10 Oct 2024 Penulis: Yunila Wati Editor: Tim Editorial

Bursa Asia Penuh Kejutan: Nikkei Naik, CSI Tenggelam

Bursa Asia Penuh Kejutan: Nikkei Naik, CSI Tenggelam
Bursa Asia Penuh Kejutan: Nikkei Naik, CSI Tenggelam

Daftar Isi

  1. 01 Nikkei Jepang Naik
  2. 02 Menanti Kebijakan India
  3. 03 Bursa Amerika Bergembira
  4. 04 IHSG Terus Terkoreksi

KABARBURSA.COM - Bursa Asia pada penutupan Rabu, 9 Oktober 2023 ditutup dengan penuh kejutan. Dua pasar besar, yaitu Nikkei Jepang dan CSI 300 China membuat drama berbeda. Nikkei Jepang ditutup naik, sementara CSI 300 China justru tenggelam.

Diketahui, Indeks CSI 300 China terjun bebas hingga 7.05 persen, padahal 10 hari sebelumnya indeks tersebut mengalami reli kenaikan. Namun pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks CSI 300 justru ditutup di level 3.955,98. Ini tentu menjadi hari terburuk bagi bursa China dan membuat aksi jual besar-besaran di bursa daratan yang membuat pasar penuh volatilitas.

Hal yang sama terjadi pada pasar saham Hong Kong. Indeks Hang Seng tertekan, turun 1,7 persen menjelang penutupan. Di hari sebelumnya, indeks ini juga ditutup merah, hatuh 9,41 persen yang merupakan penurunan terbesar dalam 16 tahun terakhir.

Nikkei Jepang Naik

Pasar saham Jepang, Nikkei 255 justru naik 0,87 persen dan berakhir di 39.277,96. Indeks Topix juga naik 0,3 persen dan ditutup di level 2.707,24. Kenaikan dua indeksi ini memberi harapan bagi para investor di tengah gejolak yang melanda bursa Asia, meskipun sedikit.

Indeks lainnya yang mengalami kenaikan adalah S&P/ASX 200 Australia yang naik 0,13 persen dan berakhir di level 8.187,4.

Untuk bursa saham Korea Selatan ditutup karena libur nasional

Menanti Kebijakan India

Diketahui, saat ini para investor di kawasan Asia Pasifik sedang menanti kebijakan moneter dari Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) dan Reserve Bank of India (RBI). RBNZ memutuskan untuk memangkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,75 persen. Sedangan RBI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 6,5 persen.

Bursa Amerika Bergembira

Wall Street tengah bergembira lantaran dipicu rilis risalah The Fed hari ini. Pada penutupan perdagangan Rabu, 9 Oktober 2024 waktu setempat atau Kamis, 10 Oktober dini hari WIB, Wall Street kompak menguat.

Tampak di papan, Inceks Dow Jones mencatatkan kenaikan lebih dari 400 poin. Bahkan, S&P 500 menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.

Secara rinci, Inedks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melesat 431,63 poin atau naik 1,03 persen ke level 42.512,00. Sementara, Indeks S&P 500 (SPX) menguat 40,91 poin atau 0,71 persen mencapai 5.792,04.

Untuk Indeks Konposit Nasdaq (IXIC) terkerek 108.70 poin atau 0,6 persen, menyentuh 18.291,62.

Pendorong utama menguatnya Wall Street Cs adalah sektor teknologi. Saham Amazon dan Apple masing-masing naik lebih dari 1 persen. Saham Super Micro Computer meroket hingga 4 persen.

Kenaikan ini mengisyaratkan pulihnya kepercayaan pasar yang sebelumnya sempat tertekan, terutama pada awal Oktober kemarin.

IHSG Terus Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah, turun -55,856 poin atau setara dengan -0,74 persen ke level 7501.285 pada perdagangan Rabu, 9 Oktober 2024.

Melansir RTI Business, sepanjang hari ini level tertinggi IHSG berada di angka 7595.576 sementara level terendah yakni 7501.217. Sementara 237 saham terpantau menguat, 334 saham melemah, dan 228 saham mengalami stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.

Mengutip Stockbit, semua sektor mengalami pelemahan pada pentutupan kali ini. Berikut ini rinciannya:

  • Basic-IND ditutup turun -0,54 persen
  • Cyclical lemah -0,63 persen
  • Energi anjlok -0,76 persen
  • Finance terseret turun -0,64 persen
  • Kesehatan turun -0,01 persen
  • Sektor industrial juga anjlok -0,59 persen
  • Infrastruktur lemah -0,04 persen
  • Non cyclical turun -0,65 persen
  • Properti lemah -0,76 persen
  • Teknologi turun -0,74 persen
  • Transportasi juga turun -0,34 persen.

Adapun lima besar saham yang berada di top gainers adalah LEAD (+26,50 persen),  BCIC (+18,18 persen),  PDPP (+16,39 persen),  PPRE (+13,04 persen), dan SPRE (+8,33 persen).

Sedangkan lima besar saham yang mengalami pelemahan yakni MEJA (-9,82 persen),  MANG (-9,68 persen), TOBA (-6,14 persen),  ISAT (-6,13 persen), dan  KPIG (-5,81 persen).

Sementara itu, IHSG hari ini diprediksi masih terkoreksi. Menurut hasil riset MNC Sekuritas yang diterima Kabarbursa.com pada Kamis, 10 Oktober 2024, pasar saham diprediksi akan ditutup melemah sebesar 0,74 persen ke level 7.501, diiringi dengan munculnya volume penjualan yang signifikan.

Berdasarkan analisis teknikal, IHSG diperkirakan masih berada dalam fase wave (c) dari wave [ii] pada skenario merah. Penguatan IHSG diprediksi terbatas hingga level 7.625-7.680, dan berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut hingga ke area 7.347.

Support: 7.454, 7.374

Resistance: 7.598, 7.726

Meskipun demikian, terdapat beberapa saham yang tetap menarik untuk diperhatikan dalam kondisi ini. MNCS merekomendasikan beberapa saham untuk strategi buy on weakness dan speculative buy.

Begitulah pergerakan saham pada hari ini. Saham Asia ditutup dengan pelemahan, seperti Indeks CSI 300 China dan Hang Seng Hong Kong. Sementara, Nikkei 255 Jepang justru sedang naik daun.

Hal Serupa terjadi pada Indeks S&P Australia dan Wall Street yang mengalami kenaikan signifikan di perdagangan saham global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
YU
Redaktur

Yunila Wati

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait