Makro 05 Feb 2026 Penulis: KabarBursa.com Editor: Pramirvan Datu

Demutualisasi BEI Masih Menunggu Finalisasi RPP

Danantara menyatakan terbuka menjadi pemegang saham BEI setelah demutualisasi, namun seluruh proses masih menunggu finalisasi RPP yang disiapkan Kementerian Keuangan.

Demutualisasi BEI belum berjalan karena RPP masih difinalisasi. Danantara membuka peluang masuk sebagai pemegang saham setelah regulasi resmi terbit.

CEO BIPI Danantara Rosan Roeslani. Foto: Dok IG @rosanroeslani.
CEO BIPI Danantara Rosan Roeslani. Foto: Dok IG @rosanroeslani.

KABARBURSA.COM - Proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menunggu finalisasi Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi yang tengah disiapkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Kami sifatnya menunggu dulu proses ini dari OJK maupun BEI. Tentunya kalau demutualisasi sudah terjadi, pemisahan antara anggota dan juga kepemilikan, kami juga terbuka untuk ikut dalam BEI dari segi kepemilikan,” ujar Rosan P Roeslani, CEO BPI Danantara di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Lanjut Rosan, sejumlah lembaga pengelola dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund (SWF) kerap menjadi pemegang saham ketika bursa efek negara melakukan demutualisasi. Meski demikian, Danantara Indonesia masih menunggu persetujuan dari regulator mandiri (SRO) terkait langkah ini.

Rosan menegaskan, peluang bagi Danantara untuk memiliki saham BEI bukanlah hal baru. Menurutnya, praktik serupa telah terjadi di berbagai negara, di mana sovereign wealth fund ikut memiliki bursa setelah proses demutualisasi.

"Pada intinya, kita menunggu, dan kita terbuka untuk masuk ke dalam Bursa Efek Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa bursa masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk finalisasi RPP. Jeffrey menilai Danantara Indonesia memiliki potensi untuk berkontribusi di pasar modal, baik dari sisi permintaan maupun penawaran.

“Kami berkomunikasi terus dengan Danantara untuk bersama-sama meningkatkan pendalaman pasar, baik dari sisi supply dan demand. Kami bersama Danantara menyampaikan bagaimana perspektif dari sisi investor domestik untuk menjawab concern MSCI,” jelas di Gedung BEI, Rabu, 4 Februari 2026.

Namun, terkait peluang Danantara menjadi investor kunci di pasar modal, termasuk pasar saham, Jeffrey menekankan bahwa pihaknya masih menunggu regulasi demutualisasi resmi diterbitkan.

“Kalau itu kami tentu tidak tahu, karena kami juga berdiskusi terus dengan Kementerian Keuangan. Kita sama-sama menunggu bagaimana RPP atau Peraturan Pemerintah yang akan diterbitkan,” ujarnya.(*)

 

Reporter: Adi Subchan

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
KA
KabarBursa.pro Editorial Team

KabarBursa.com

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait